Wacana WFH untuk Hemat BBM, Ditanggapi Beragam di Tasikmalaya
- 26 Mar 2026 19:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Wacana pemberlakuan Work From Home (WFH) yang digulirkan pemerintah dalam menghemat BBM, sebagai langkah antisipatif kondisi Geopolitik ditanggapi beragam oleh ASN dan warga Kabupaten Tasikmalaya. Sebagian ASN menyambut baik wacana tersebut, sebagian lainnya memastikan hal ini perlu penyesuaian.
Windi, ASN Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya menilai, WFH mungkin bisa diterapkan untuk ASN yang bekerja di bagian administrasi. Akan tetapi, untuk ASN yang bertugas melakukan pelayanan, akan sedikit sulit.
“Untuk saya pribadi mungkin agak sulit ya, karena harus bekerja tatap muka,” katanya, Kamis 26 Maret 2026.
Namun demikian, Ia mendukung upaya pemerintah, melakukan langkah antisipasi terkait ancaman krisis energi. "Mudah- mudahan efektif ya, sehingga bisa menghemat BBM,” ujarnya.
Sementara itu Irfan (40) warga Singaparna berharap, pemberlakuan WFH tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat. Pelayanan harus tetap optimal, jika WFH bagi pegawai pemda diberlakukan.
“Ya tidak apa, kalau itu menjadi solusi. Tapi, tolong pelayanan terhadap masyarakat jangan terganggu,” ujarnya.
Sebelumnya Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengaku telah mencermati arahan pemerintah pusat berkaitan dengan wacana WFH. Ia mengatakan jika itu diberlakukan, maka pegawai akan bekerja di kantor selama empat hari, dan satu hari WFH.
“Pada intinya kami akan mengikuti arahan pemerintah pusat. Sebelumnya waktu covid, kita juga sudah melakukan itu, dan berjalan baik,” ujarnya.
Cecep memastikan, pelayanan terhadap warga tetap akan optimal. Apalagi di era digital saat ini, pelayanan terhadap masyarakat dapat dilakukan tanpa tatap muka.
“Kita optimalkan digitalisasi. Seperti rapat juga bisa kita lakukan secara daring. Jadi tidak masalah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....