Lagi, Anak Harimau di Bonbin Bandung Mati
- 26 Mar 2026 14:21 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Duka kembali menyelimuti Kebun Binatang Bandung setelah anak harimau kedua yang sebelumnya sempat bertahan dari paparan virus panleukopenia akhirnya dinyatakan mati pada Kamis, 26 Maret 2026. Kedua anak harimau tersebut diketahui masih berusia sekitar delapan bulan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa ini. Ia mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan para ahli memastikan kedua satwa tersebut positif terinfeksi virus panleukopenia, yang dikenal sangat berbahaya terutama bagi kucing besar usia muda.
“Perkembangan terakhir di Kebun Binatang Bandung memang sangat memprihatinkan. Saya secara pribadi sangat sedih mengetahui dua ekor anak harimau berusia delapan bulan ini akhirnya meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, keduanya mengalami infeksi positif panleukopenia,” ujar Farhan, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, virus yang menyerang dalam sepekan terakhir tersebut menunjukkan tingkat keganasan yang tinggi. Infeksi berlangsung secara cepat dan akut, sehingga upaya penanganan tidak mampu mencegah kematian kedua anak harimau tersebut.
Menurutnya, kondisi ini menjadi pelajaran penting bagi pengelola kebun binatang dan seluruh pihak terkait. Meski panleukopenia dikenal sebagai virus yang umum menyerang keluarga kucing, dampaknya bisa jauh lebih fatal ketika menyerang satwa liar, khususnya yang masih berusia muda.
“Ketika menjangkiti kucing besar usia muda, tingkat fatalitasnya bisa sangat tinggi. Ini yang harus menjadi perhatian serius ke depan,” katanya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemerintah Kota Bandung mendorong peningkatan sistem biosekuriti di lingkungan kebun binatang. Hal ini dinilai krusial mengingat tingginya jumlah pengunjung serta lokasi kebun binatang yang berada di kawasan padat penduduk.
Farhan menegaskan, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengawasan kesehatan satwa, pembatasan potensi penularan, hingga peningkatan standar kebersihan dan sterilisasi area.
Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menangani persoalan ini. Kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dinilai penting untuk memperbaiki tata kelola kebun binatang ke depan.
“Kerja sama lintas pemerintah ini diharapkan bisa menjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi bersama, sehingga ke depan tata kelola Kebun Binatang Bandung dapat lebih baik dan mampu mencegah kejadian serupa,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....