Volume Sampah Lebaran di Bandung Barat Naik Masih Terkendali
- 26 Mar 2026 13:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung Barat — Lonjakan volume sampah pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, terbilang tidak signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB mencatat peningkatan hanya sekitar 5 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala DLH KBB, Ibrahim Adji, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut merupakan pola rutin yang terjadi setiap tahun saat momen Lebaran. Ia menyebut lonjakan biasanya berlangsung dalam periode dua hari sebelum hingga lima hari setelah hari raya.
“Jika melihat tren sebelumnya, peningkatan volume sampah berada di kisaran 5 persen, terjadi sejak H-2 hingga H+5 Lebaran,” ujarnya, Rabu 25 Maret 2026.
Menurut Ibrahim, penumpukan sampah lebih banyak terjadi di kawasan wisata yang mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran. Sejumlah wilayah seperti Lembang, Cisarua, dan Parongpong menjadi titik yang paling terdampak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLH KBB telah menjalin kerja sama dengan pengelola destinasi wisata, termasuk kawasan Palalawi di Cikole, guna mendukung pengelolaan sampah di lokasi wisata.
Di sisi lain, wilayah non-wisata, termasuk kawasan perkotaan seperti Padalarang dan Ngamprah, tidak menunjukkan lonjakan berarti. Kondisi ini dipengaruhi oleh mobilitas warga yang cenderung meninggalkan Bandung Barat saat Lebaran.
Ibrahim juga membandingkan kondisi ini dengan momen libur akhir tahun yang biasanya memicu peningkatan volume sampah lebih tinggi. Ia menilai, perayaan Idulfitri tidak memberikan tekanan besar terhadap produksi sampah di wilayah tersebut.
DLH KBB memastikan bahwa pengelolaan sampah selama periode Lebaran tetap berjalan optimal. Dengan demikian, potensi penumpukan di berbagai titik dapat diminimalkan dan tetap dalam kendali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....