Pasca Lebaran, Penanganan Sampah Bandung Berangsur Normal

  • 24 Mar 2026 17:58 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan penanganan sampah pada H+2 Idulfitri 1447 Hijriah, mulai berangsur normal. Hal ini ditandai dengan kembali dibukanya pengiriman sampah ke TPA Sarimukti setelah sempat terhenti pada Hari H dan H+1 Lebaran.

‎Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, proses pengangkutan sampah pada H+2 sudah kembali berjalan sehingga penanganan di tingkat TPS maupun ruas jalan mulai dilakukan secara optimal.

‎“H+2 kemarin kita sudah mulai bisa mengirimkan kembali sampah ke Sarimukti. Alhamdulillah, penanganan di TPS-TPS dan di rute jalan sudah mulai berjalan lagi,” ujar Salman, Selasa 24 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, terhentinya pengangkutan sampah sebelumnya disebabkan oleh libur operasional TPA. Pada Hari H Lebaran, TPA Sarimukti ditutup, sementara pada H+1 yang bertepatan dengan hari Minggu, fasilitas tersebut memang tidak menerima kiriman sampah,“ Baru pada H+2 kita sudah bisa kirim kembali ke Sarimukti,” jelasnya.

‎Pada H+2, DLH mengerahkan 1.025 personel yang terdiri dari 619 petugas penyapu dan 406 petugas angkutan. Mereka didukung 134 armada, meliputi 66 truk, 7 pikap, 57 motor sampah, dua road sweeper, serta dua alat berat.

‎Penanganan difokuskan di 71 titik pantau di seluruh Kota Bandung, terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti pusat kota, destinasi wisata, pasar, dan ruas jalan utama. Selain itu, pemantauan aktif juga dilakukan di 66 titik strategis, termasuk kawasan Alun-alun, Braga, Gasibu, dan Asia Afrika yang mengalami lonjakan aktivitas wisatawan.

‎“Secara visual memang ada peningkatan karena kunjungan wisatawan ke pusat kota cukup tinggi. Kita lihat di Asia Afrika dan Braga sampai malam masih ramai,” kata Salman.

‎Meski demikian, ia mengakui penanganan sampah pada H+2 belum sepenuhnya tuntas. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan kuota pengiriman ke TPA Sarimukti, sehingga belum semua TPS dapat dibersihkan secara menyeluruh.

‎“Memang belum seluruh TPS itu bersih, tetapi yang penting tidak meluber ke jalan dan tidak mengganggu lalu lintas. Kita kendalikan supaya tetap aman,” ujarnya.

‎Untuk mempercepat penanganan, DLH mengerahkan tim taktis berjumlah 25 personel dengan dukungan berbagai armada. Tim ini difokuskan pada titik-titik dengan potensi penumpukan sampah tinggi.


‎Selain itu, penanganan juga diperkuat oleh personel Gaslah dan Gober yang mulai kembali beroperasi di sejumlah wilayah, meskipun belum sepenuhnya optimal.

‎“Beberapa kecamatan sudah mulai berjalan sesuai target pengumpulan sampah organik oleh Gaslah. Mudah-mudahan segera optimal karena ini masih suasana Lebaran,” katanya.

‎Di sisi lain, fasilitas pengolahan sampah juga mulai kembali beroperasi. TPST Babakan Siliwangi serta fasilitas pengolahan di Gedebage telah menerima input sampah, dengan capaian di Gedebage hampir 8 ton.

‎Pengolahan di TPS 3R dan TPS skala lingkungan yang dikelola kewilayahan maupun kelompok swadaya masyarakat juga mulai berjalan, membantu mengurangi beban pengangkutan ke TPA.

‎Memasuki H+3, DLH menargetkan kondisi penanganan sampah semakin normal dengan 80 hingga 85 persen personel telah kembali bekerja. Fokus penanganan pun mulai bergeser pada pembersihan titik-titik pembuangan liar yang muncul selama periode Lebaran.

‎“Kita akan menyisir titik-titik yang tiba-tiba jadi tempat buang sampah liar. Kalau dibiarkan, itu bisa memicu timbulan sampah yang lebih besar,” jelasnya.

‎Dikatakannya, DLH mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton, meningkat sekitar 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, penanganan sampah dari H-1 hingga H+2 melibatkan 263 titik pantau, 2.266 personel, dan 423 armada.

‎" Dengan kembali normalnya pengangkutan ke TPA, dukungan petugas lapangan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan, DLH optimistis kondisi kebersihan Kota Bandung akan terus membaik pasca perayaan Idulfitri," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....