Pemkot Bandung Targetkan Pengumuman Pengelola Bandung Zoo Akhir April

  • 23 Mar 2026 16:01 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan proses penunjukan pengelola baru Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo rampung pada akhir April 2026. Setelah itu, pada bulan Mei, pemerintah akan mulai melakukan pengawasan dan kontrol terhadap operasional kebun binatang tersebut.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proses seleksi pengelola saat ini tengah berjalan sesuai tahapan. Ia optimistis penetapan dapat dilakukan tepat waktu.

‎“Mudah-mudahan akhir April sudah bisa diumumkan. Kalau sesuai jadwal, seharusnya akhir April sudah ditunjuk. Jadi, bulan Mei kita sudah mulai melakukan kontrol, apabila pemerintah sudah menunjuk siapa yang akan menjadi pengelola resmi dalam kerangka kerja sama pemanfaatan (KSP),” ujar Farhan, Senin 23 Maret 2026.

‎Farhan menegaskan, secara hukum pengelola yang ditunjuk harus merupakan lembaga konservasi berbadan hukum. Hal ini menjadi syarat utama agar pengelolaan kebun binatang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

‎Selain persyaratan administratif, Pemkot Bandung juga menetapkan sejumlah syarat tambahan bagi calon pengelola. Di antaranya adalah kewajiban mempertahankan pegawai lama yang selama ini telah bekerja di Bandung Zoo.

‎Tak hanya itu, konsep pengelolaan ke depan juga diminta untuk tetap menjaga nilai historis dan budaya yang melekat, termasuk mempertahankan tradisi “Drenten” yang menjadi ciri khas Sunda di lingkungan kebun binatang tersebut.

‎“Konsepnya tidak boleh menghilangkan tradisi Drenten, khas Sunda. Selain itu, harus tetap memperhatikan dan menghargai warisan dari keluarga pendiri Drenten,” tambahnya.

‎Terkait operasional, Farhan menjelaskan bahwa kebun binatang dapat kembali berjalan optimal apabila pengelola telah mengantongi izin sebagai lembaga konservasi dari Kementerian Kehutanan. Izin tersebut menjadi dasar legal dalam pengelolaan satwa dan kawasan konservasi.

‎Ia mengungkapkan bahwa proses seleksi melibatkan berbagai pihak lintas sektor untuk memastikan transparansi dan kualitas pengelola yang terpilih. Tim seleksi terdiri dari unsur Pusat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), perwakilan direktur sebagai tim ahli, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Dinas Kehutanan Provinsi, perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bandung, para ahli, hingga budayawan.

‎" Dengan keterlibatan berbagai pihak tersebut, Pemkot Bandung berharap pengelolaan Bandung Zoo ke depan tidak hanya memenuhi aspek konservasi, tetapi juga mampu menjadi destinasi edukasi dan wisata yang berkelanjutan serta berakar pada nilai budaya lokal," tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....