Wali Kota Bandung Soroti Darurat Sampah, Ajak Warga Ubah Perilaku di Idulfitri

  • 21 Mar 2026 12:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti persoalan sampah sebagai tantangan serius yang tengah dihadapi Kota Bandung, bertepatan dengan momentum Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu 21Maret 2026.

‎Pernyataan tersebut disampaikan Farhan usai pelaksanaan Salat Id di Plaza Balai Kota Bandung. Ia mengungkapkan, produksi sampah harian di Kota Bandung saat ini mencapai kisaran 1.600 hingga 1.800 ton per hari.

‎Menurutnya, tingginya volume sampah tersebut tidak lepas dari aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang terus berkembang. Ia menyebut, sampah merupakan konsekuensi dari kehidupan modern yang harus dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

‎“Sampah adalah residu dari kehidupan kita. Maka, pengelolaannya menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Farhan, sabtu 21 Maret 2026.


‎Farhan menegaskan, persoalan sampah di Kota Bandung kini juga telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan.

‎Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung telah mengembangkan berbagai program penanganan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Program tersebut mencakup pengelolaan di tingkat kewilayahan hingga penguatan kapasitas petugas kebersihan di lapangan.

‎Meski demikian, Farhan menilai solusi utama dalam mengatasi persoalan sampah tetap terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Ia menekankan pentingnya kesadaran warga untuk mulai memilah dan mendaur ulang sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

‎“Kebersihan adalah bagian dari iman. Maka mari kita mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah dari rumah,” katanya.

‎Farhan berharap, momentum Idulfitri dapat menjadi titik awal perubahan budaya masyarakat menuju pola hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran kolektif, ia optimistis Kota Bandung mampu keluar dari persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan besar.

‎“Dengan kebersamaan dan kesadaran kolektif, kita optimistis Kota Bandung mampu mengatasi persoalan ini,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....