Volume Sampah di Bandung Naik 20 Persen jelang Lebaran
- 20 Mar 2026 17:47 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mencatat peningkatan volume sampah hingga 20 persen menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode mudik dan persiapan Lebaran.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pengosongan Tempat Penampungan Sementara (TPS) secara intensif, baik siang maupun malam hari.
“Karena itu, masyarakat akan melihat banyak TPS yang tampak penuh, namun sebenarnya sedang dalam proses pembersihan dan pengangkutan,” ujar Farhan, Jumat 20 Maret 2026.
Ia menegaskan, kondisi TPS yang terlihat meluap bukan berarti tidak tertangani, melainkan bagian dari proses penanganan yang sedang berlangsung secara bertahap. Pemerintah menargetkan dalam dua hari ke depan seluruh TPS di Kota Bandung dapat kembali dalam kondisi kosong.
Namun demikian, keterbatasan kapasitas pengolahan sampah masih menjadi tantangan. Saat ini, pengolahan sampah di Kota Bandung masih mengandalkan dua metode utama, yakni pengolahan organik dan teknologi thermal terbatas. Kedua metode tersebut hanya mampu mengolah sekitar 22 persen dari total volume sampah dalam kurun waktu dua hari.
Sisa sampah yang belum terolah akan disimpan sementara di TPS sebelum akhirnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti. Pengangkutan ini akan dilakukan setelah antrean di TPA kembali dibuka pada 1 Syawal atau 21 Maret 2026.
“Untuk sementara, masih ada dua truk yang mengantre di Sarimukti, dan diperkirakan antrean akan terus berlangsung hingga besok pagi,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengurangi produksi sampah, terutama dengan memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan bahan sekali pakai selama momentum Lebaran.
"Langkah kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kebersihan kota, sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah di tengah lonjakan musiman seperti saat ini," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....