Wali Kota Bandung Tegaskan Pegawai Lama Bandung Zoo Harus Dipertahankan

  • 20 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan bahwa para pekerja lama di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo harus tetap dipertahankan dalam proses penataan dan penunjukan pengelola baru.

‎Dikatakan Farhan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menjaga keberlangsungan tenaga kerja sekaligus melestarikan nilai historis dan budaya yang telah lama melekat di kawasan kebun binatang tersebut.

‎“Pegawai lama harus tetap dipertahankan. Konsep pengelolaan ke depan juga tidak boleh menghilangkan tradisi ‘Drenten’ yang menjadi ciri khas Sunda. Kita harus tetap memperhatikan dan menghargai warisan dari keluarga pendiri Drenten,” ujar Farhan, Jumat 20 Maret 2026.

‎Menurutnya, keberadaan pekerja lama bukan hanya soal tenaga kerja, tetapi juga bagian penting dari memori kolektif dan identitas Bandung Zoo. Mereka dinilai memiliki pengalaman serta pengetahuan yang tidak tergantikan, terutama dalam menjaga satwa dan lingkungan kebun binatang.


‎Selain itu, Farhan menekankan bahwa konsep pengelolaan ke depan harus tetap mengakomodasi unsur budaya lokal. Tradisi “Drenten” yang telah menjadi bagian dari sejarah kebun binatang diharapkan tetap hidup dan menjadi nilai tambah dalam pengembangan destinasi tersebut.

‎Terkait proses penunjukan pengelola baru, Farhan menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Jika berjalan sesuai jadwal, penunjukan pengelola resmi ditargetkan rampung pada akhir April 2026.

‎“Kalau sesuai jadwal, akhir April sudah ditunjuk. Sehingga pada bulan Mei kita sudah mulai melakukan kontrol terhadap pengelolaan,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, secara hukum, pengelola yang ditunjuk harus merupakan lembaga konservasi berbadan hukum yang memiliki izin resmi dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Klasifikasi lembaga konservasi tersebut akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

‎Dalam proses seleksi, Pemkot Bandung melibatkan berbagai pihak lintas sektor guna memastikan transparansi dan kualitas pengelola yang terpilih. Tim seleksi terdiri dari perwakilan Pusat KSDAE, direktur sebagai tim ahli, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Dinas Kehutanan Provinsi, unsur Pemkot Bandung, para akademisi, hingga budayawan.

‎Farhan berharap, dengan proses seleksi yang komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek, pengelolaan Bandung Zoo ke depan dapat berjalan lebih baik, profesional, sekaligus tetap menjaga nilai sejarah dan budaya yang telah ada selama ini.

" Dengan proses seleksi yang komprehensif dan mempertimbangkan berbagai aspek, pengelolaan Bandung Zoo ke depan dapat berjalan lebih baik," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....