THR ASN Pemkot Tasikmalaya Dicicil, ASN: Baru Kali ini THR Tidak Jelas
- 16 Mar 2026 21:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya- Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi berkah bagi para pekerja baik pegawai swasta ataupun pegawai pemerintah. Uang THR yang biasanya diterima menjelang hari raya Idul Fitri, seperti “amunisi” untuk berbagai keperluan.
Akan tetapi tidak bagi ASN Pemerintah Kota Tasikmalaya. Empat hari menjelang Idul Fitri, THR untuk ASN tidak jelas, bahkan akan dibayarkan “dicicil”.
Kondisi ini tentunya menuai protes dari ASN yang ada. Bahkan, media sosial wali kota Tasikmalaya @viman.alfarizi “diserang” tenaga nakes Kota Tasikmalaya. Isinya antara lain mempertanyakan kejelasan kapan THR dicairkan.
Seperti yang ditulis akun @nuralifatulaidah, yang menulis komentar “menyambut lebaran dengan duka cita. Kumaha pak leres moal cair ieu teh??. Sanes tasik maju. Realita tasik mundur. (Bagaimana pak, benar ga cair?. Bukan tasik maju. Realita tasik mundur.
Protes juga disampaikan akun @ditacintiani. Ia menuliskan, THR kapan cair pak? Kok pilih kasih gini. TPP 20 persen masih dipotong. Tambah hak THR pun belum diberikan, kocak kocak.
Tidak hanya di media sosial, sejumlah ASN juga bingung. Terlebih mereka ada yang harus mudik ke luar kota, sedangkan THR tidak cair.
Sementara sebelumnya, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan pencairan THR bagi ASN atau PNS dilakukan bertahap. Kebijakan ini diambil karena kondisi arus kas daerah yang sedang terbatas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah, mengatakan, pembayaran THR diprioritaskan terlebih dahulu untuk tenaga kependidikan dan PPPK. Pencairannya dijadwalkan pada Senin 16 Maret 2026.
Sementara itu, bagi ASN yang bertugas di organisasi perangkat daerah (OPD), skema THR tahun ini berbeda. Mereka hanya akan menerima 50 persen dari Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP).
Adapun tenaga harian lepas (THL) dan PNS di luar tenaga kependidikan dipastikan tetap akan menerima hak THR, namun pembayarannya dijadwalkan pada April 2026.
Asep tak menampik kondisi keuangan daerah saat ini memang sedang ketat. Ia menyebut arus kas pemerintah daerah belum cukup longgar untuk membayar seluruh kewajiban sekaligus.
Ia mengatakan, pada bulan ini dana transfer dari pemerintah pusat yang diterima daerah juga tidak terlalu besar. Nilainya hanya sekitar Rp400 jutaan, sehingga ruang fiskal pemerintah kota belum cukup kuat untuk menutup seluruh kebutuhan THR.
Pemkot Tasikmalaya memilih tidak mengambil jalan pintas dengan meminjam dana ke bank.
Langkah itu sengaja dihindari untuk mencegah beban bunga yang dinilai cukup tinggi.
“Kalau kita pinjam ke bank, bunganya bisa sekitar 9 persen per bulan,” katanya.
Asep pun mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap menjaga semangat kerja meski THR tidak cair sekaligus.” Tetap semangat bekerja,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....