Pemkot Bandung Perketat Pengawasan Kebersihan PKL
- 16 Mar 2026 20:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperketat pengawasan kebersihan di sejumlah titik keramaian pedagang kaki lima (PKL). Langkah ini dilakukan menyusul meningkatnya volume timbulan sampah di Kota Bandung yang dipicu aktivitas belanja masyarakat serta maraknya aktivitas perdagangan di ruang publik.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pihaknya tidak akan ragu menutup lokasi berjualan apabila para pedagang masih meninggalkan sampah setelah aktivitas berdagang selesai.
Menurut Farhan, saat ini Kota Bandung tengah menghadapi peningkatan timbulan sampah yang cukup signifikan. Berdasarkan pemantauan Pemkot Bandung, volume sampah meningkat hingga sekitar 20 persen dibandingkan kondisi normal.
“Sekarang kami sedang melakukan rekayasa pengangkutan sampah, karena kondisinya memang sedang cukup kerepotan. Timbulan sampah meningkat sampai 20 persen, terutama dari aktivitas belanja masyarakat dan titik-titik PKL,” ujar Farhan, Senin 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah kawasan menjadi perhatian khusus pemerintah kota karena kerap dipadati aktivitas pedagang maupun pengunjung. Beberapa di antaranya adalah kawasan Alun-Alun Bandung dan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat.
Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada kawasan Dalem Kaum, Ujungberung, Jalan Trunojoyo, hingga area sekitar Taman Pramuka Citarum yang kerap menjadi titik aktivitas pedagang kaki lima.
Di lokasi-lokasi tersebut, Farhan meminta para koordinator PKL untuk memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga setelah aktivitas perdagangan berakhir. Ia menegaskan, keberadaan PKL tetap diperbolehkan selama para pedagang memiliki komitmen menjaga kebersihan.
“Kalau setelah berdagang masih ditemukan banyak sampah, maka besoknya saya tutup. Tidak boleh ada yang dagang lagi di situ,” katanya.
Farhan juga meminta para koordinator PKL bertanggung jawab mengatur para pedagang di lapangan agar tidak terjadi tebaran sampah di area publik. Menurutnya, kebersihan kota menjadi syarat utama agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan dengan baik.
Ia menambahkan, Pemkot Bandung akan terus melakukan pemantauan secara berkala di berbagai titik keramaian untuk memastikan aturan kebersihan dipatuhi oleh para pedagang.
“Koordinator PKL harus berkoordinasi. Tidak boleh ada tebaran sampah. Kalau habis dagang masih banyak sampah, saya sikat. Tidak boleh dagang lagi di situ,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....