BPBD Bandung Imbau Warga Waspada Kekeringan saat Musim Kemarau
- 16 Mar 2026 19:59 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandung (BPBD), Didi Ruswandi, menyebutkan bahwa meskipun Kota Bandung relatif aman dari kebakaran hutan dan lahan, potensi kebakaran di kawasan permukiman serta ancaman kekeringan tetap perlu diantisipasi oleh masyarakat.
Didi menjelaskan, di beberapa wilayah Indonesia, musim kemarau kerap memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar. Kondisi tersebut banyak terjadi di daerah yang memiliki kawasan hutan luas seperti di wilayah Kalimantan. Namun, situasi tersebut dinilai tidak terlalu relevan bagi Bandung karena wilayah perkotaannya tidak memiliki kawasan hutan yang luas.
“Kalau berbicara potensi bencana di musim kemarau, di beberapa daerah seperti Kalimantan biasanya terjadi kebakaran hutan. Namun di Kota Bandung relatif tidak ada karena kita tidak memiliki kawasan hutan yang luas,” ujar Didi, Senin 16 Maret 2026.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa potensi kebakaran di lingkungan permukiman tetap menjadi perhatian serius. Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat kelalaian masyarakat dalam penggunaan peralatan rumah tangga, terutama instalasi listrik yang tidak aman serta penggunaan colokan listrik secara berlebihan.
Menurutnya, kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman sebenarnya tidak selalu masuk dalam kategori bencana berdasarkan regulasi kebencanaan. Namun dampak yang ditimbulkan tetap bisa merugikan masyarakat sehingga perlu diantisipasi sejak dini.
Selain faktor listrik, aktivitas memasak juga menjadi salah satu penyebab kebakaran yang cukup sering terjadi. Banyak kasus kebakaran dipicu oleh kelalaian penghuni rumah yang meninggalkan dapur ketika kompor masih menyala.
“Sering kali ketika sedang memasak, orang justru meninggalkan dapur, misalnya karena menonton televisi atau bermain ponsel. Hal-hal seperti ini yang sering memicu kebakaran,” katanya.
Di samping potensi kebakaran, BPBD Kota Bandung juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya kekeringan selama musim kemarau. Apabila musim kemarau berlangsung cukup panjang, kondisi tersebut dapat berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan langkah-langkah antisipasi sederhana, salah satunya dengan menghemat penggunaan air dalam aktivitas sehari-hari.
“Yang paling penting adalah masyarakat bisa menghemat penggunaan air. Jangan sampai penggunaan air berlebihan, apalagi jika musim kemarau berlangsung cukup lama,” ujarnya.
Didi juga menjelaskan bahwa dalam kajian kebencanaan, musim kemarau termasuk dalam kategori hidrometeorologi kering, berbeda dengan musim hujan yang disebut hidrometeorologi basah. Pada kondisi tertentu, vegetasi yang mengering seperti ilalang dapat menjadi pemicu kebakaran apabila terkena percikan api kecil.
Meskipun risiko tersebut relatif kecil di Kota Bandung, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan area hijau atau vegetasi kering di bagian atas kota, agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.
“Namun tetap perlu diantisipasi, terutama di wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering di bagian atas kota agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....