Kota Bandung Siapkan 17 Strategi Antisipasi Lonjakan Sampah Ramadan dan Lebaran

  • 13 Mar 2026 14:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung mengantisipasi peningkatan volume sampah selama bulan Ramadan yang diperkirakan mencapai sekitar 40 persen dibandingkan hari biasa. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama di sektor perdagangan, kuliner, serta konsumsi rumah tangga menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengendalikan peningkatan volume sampah tersebut agar tidak menimbulkan permasalahan baru di lingkungan masyarakat.

‎Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah mengintensifkan operasional seluruh fasilitas pengolahan dan pemusnahan sampah yang ada di Kota Bandung. Selain itu, pengaturan sistem pengangkutan sampah juga dilakukan secara lebih terstruktur agar distribusi sampah yang dikirim ke TPA Sarimukti tetap terkendali.

‎“Upaya yang kami lakukan adalah mengintensifkan seluruh tempat pengolahan dan pemusnahan sampah. Pada saat yang sama, kami juga mengatur sistem pengangkutan sampah sedemikian rupa agar beban yang dikirim ke TPA Sarimukti tetap terkendali,” ujar Farhan, Jumat 13 Maret 2026.


‎Farhan mengakui, dalam proses pengangkutan sampah kemungkinan masih akan terjadi keterlambatan atau penundaan di beberapa titik. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya volume sampah yang harus ditangani selama periode Ramadan hingga setelah Lebaran.

‎Meski demikian, Pemerintah Kota Bandung tengah menyusun sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut secara lebih sistematis. Total terdapat 17 strategi yang saat ini sedang difinalisasi untuk memperkuat pengelolaan sampah di Kota Bandung.

‎“Memang akan ada penundaan dalam masalah pengangkutan. Namun saat ini kami sedang menyusun 17 strategi dalam penanganan sampah,” katanya.

‎Ia menambahkan, pemerintah kota menargetkan seluruh strategi tersebut dapat diumumkan secara resmi pada awal pekan depan. Strategi ini akan difokuskan pada penanganan sampah selama sisa bulan Ramadan hingga sekitar satu minggu setelah Idulfitri.

‎“Insya Allah hari Senin akan kami umumkan 17 langkah strategis tersebut dalam penanganan sampah, terutama selama beberapa hari terakhir Ramadan dan sekitar satu minggu setelah Lebaran,” jelasnya.

‎Selain penanganan jangka pendek, Farhan juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Salah satu program yang terus didorong adalah gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga.

‎Melalui program Gaslah (Gerakan Kurangi Sampah dari Rumah), pemerintah berharap masyarakat mulai terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Kota Bandung.

‎“Secara langsung mungkin belum bisa menekan dalam waktu cepat. Namun Gaslah akan membangun dasar-dasar budaya baru dalam pemilahan sampah di masyarakat. Ini yang paling penting untuk jangka panjang,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....