Wali Kota Bandung Imbau Warga Koordinasi Dengan RW sebelum Mudik Lebaran

  • 13 Mar 2026 13:07 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran agar tidak meninggalkan rumah tanpa pemberitahuan kepada lingkungan sekitar. Koordinasi dengan pengurus wilayah dinilai penting untuk menjaga keamanan rumah selama ditinggalkan pemiliknya.

‎Menurut Farhan, pemerintah bersama unsur kewilayahan telah melakukan sejumlah langkah antisipasi guna menjaga keamanan lingkungan selama masa mudik. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama aparat keamanan di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

‎“Kalau mudik, banyak rumah yang ditinggalkan warga. Nah, ini salah satu kunci kenapa kita melakukan silaturahmi bersama Babinkamtibmas, Babinsa, Koramil, dan juga Polsek. Tujuannya agar masyarakat jangan meninggalkan rumah begitu saja, tetapi berkoordinasi,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat 13 Maret 2026.

‎Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung akan memastikan setiap lurah memiliki catatan serta pemetaan wilayah yang dianggap rawan selama periode mudik Lebaran. Data tersebut akan menjadi dasar bagi aparat kewilayahan untuk melakukan pengawasan dan pengamanan secara lebih terarah.

‎Dengan adanya pemetaan tersebut, aparat keamanan bersama masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan yang banyak ditinggalkan pemilik rumah.


‎Selain itu, sistem keamanan lingkungan atau siskamling juga akan diaktifkan kembali secara optimal selama periode mudik. Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan potensi tindak kriminal, khususnya pencurian terhadap rumah kosong yang kerap terjadi saat libur panjang.

‎Farhan meminta warga yang berencana meninggalkan rumah selama beberapa hari untuk melapor kepada pengurus RW. Hal ini penting agar keberadaan rumah kosong dapat terpantau oleh lingkungan sekitar.

‎“Warga harus koordinasi dengan RW. Laporkan bahwa rumah akan ditinggalkan selama beberapa hari,” katanya.

‎Lebih lanjut, Farhan mengingatkan bahwa risiko yang muncul selama rumah ditinggalkan tidak hanya berkaitan dengan tindak pencurian, tetapi juga potensi bahaya lain seperti kebocoran kompor gas maupun korsleting listrik.

‎Karena itu, ia mengimbau warga untuk memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian, seperti mematikan peralatan listrik yang tidak diperlukan serta memastikan instalasi gas dalam keadaan baik.

‎“Saya khawatirnya bukan hanya masalah kemalingan, tetapi juga kompor gas yang bocor atau listrik yang korslet. Itu juga harus diantisipasi bersama-sama,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....