Harga Cabai Merah Tanjung di Pasar Kosambi Bandung Melonjak jelang Lebaran

  • 12 Mar 2026 12:29 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang Hari Raya Idulfitri, sejumlah harga bahan pokok di Pasar Kosambi, Kota Bandung mengalami kenaikan. Salah satu komoditas yang mengalami lonjakan paling signifikan adalah cabai merah tanjung yang harganya meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

‎Pedagang sayuran di Pasar Kosambi, Nita, mengatakan harga cabai merah tanjung naik dua kali lipat hanya dalam kurun waktu empat hari. Dari sebelumnya Rp40 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp80 ribu per kilogram.

‎“Biasanya kalau mendekati Lebaran bisa sampai Rp100 ribu. Cabai merah tanjung ini memang khas Bandung, di daerah lain tidak ada,” ujar Nita di Pasar Kosambi, Kamis 12 Maret 2026.


‎Selain cabai merah tanjung, cabai rawit merah juga sudah lebih dulu mengalami kenaikan harga sejak dua minggu lalu. Saat ini, cabai rawit merah dijual hingga Rp110 ribu per kilogram.

‎Menurut Nita, meski harga mengalami kenaikan, ketersediaan stok di pasar sebenarnya masih cukup aman. Namun, meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran membuat harga sejumlah komoditas ikut terdorong naik.

‎“Stok sebenarnya ada, tapi karena permintaan meningkat menjelang Lebaran, harganya ikut naik,” katanya.

‎Tidak hanya komoditas sayuran, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa bahan pokok lainnya. Pedagang sembako, Iis, mengungkapkan harga minyak goreng curah kini naik dari Rp20 ribu menjadi Rp26 ribu per liter. Sementara minyak goreng kemasan ukuran satu liter juga mengalami kenaikan dari Rp17 ribu menjadi Rp20 ribu.

‎Di sisi lain, harga telur ayam justru mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram.

‎“Aci juga naik dari Rp195 ribu menjadi Rp205 ribu per 25 kilogram. Gula putih dari Rp395 ribu menjadi Rp435 ribu. Pembeli masih ada, tapi tidak seramai tahun lalu. Kalau dulu bisa terjual sampai lima karung, sekarang paling tiga karung,” ucapnya.

‎Sementara itu, pedagang daging ayam di Pasar Kosambi, Reno, menyebut harga ayam sempat mencapai Rp45 ribu per kilogram pada saat tradisi munggahan. Namun kini harganya sedikit turun menjadi sekitar Rp42 ribu per kilogram.

‎Menurutnya, stok ayam masih relatif aman dan permintaan dari rumah makan tetap berjalan. Namun untuk pembeli umum mengalami penurunan karena harga dinilai masih cukup tinggi.

‎“Stok aman, pesanan dari rumah makan masih ada. Tapi pembeli umum agak berkurang karena harga dianggap mahal. Biasanya kan sekitar Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per kilogram,” katanya.

‎Reno memperkirakan harga ayam akan bertahan hingga Lebaran dan baru berangsur turun sekitar satu minggu setelah hari raya.

‎Sementara itu, pedagang daging sapi, Yayah, menuturkan harga daging sapi di Pasar Kosambi relatif stabil sejak awal Ramadan. Saat ini harga daging sapi masih berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram.

‎“Masih tetap, ada yang Rp140 ribu dan Rp150 ribu per kilogram,” tandasnya.

Rekomendasi Berita