TMMD ke-127 di Rancabali Ditutup Wakasad, Infrastruktur Desa Meningkat

  • 11 Mar 2026 19:50 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Kabupaten Bandung - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 resmi ditutup dalam sebuah upacara yang dipimpin langsung oleh Letjen TNI. Muhamad Saleh Mustafa selaku Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Rabu 11 Maret 2026. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Sepak Bola Putra Padjajaran Gunung Leutik, Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Upacara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat TNI, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Hadir di antaranya Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb, Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzie, Danrem 062/Tarumanagara, serta Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah.

Wakasad Letjen TNI. Saleh Mustafa mengapresiasi kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam menyukseskan pelaksanaan TMMD ke-127. Menurutnya, keterlibatan lintas sektor, termasuk berbagai dinas di lingkungan pemerintah daerah, menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pembangunan desa.

“Saya melihat ada peningkatan partisipasi dari berbagai dinas di Kabupaten Bandung. Ke depan, kolaborasi ini bisa diperluas dengan kementerian terkait agar pembangunan desa berjalan lebih cepat,” kata Wakasad.

Ia menegaskan bahwa TNI hadir bukan untuk menggantikan peran instansi lain, melainkan memperkuat sinergi melalui kemampuan dan sumber daya yang dimiliki. Program TMMD sendiri merupakan salah satu bentuk komitmen TNI dalam membantu pemerintah meningkatkan pembangunan di daerah terpencil maupun tertinggal.

Melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan wilayah. “Pembangunan desa adalah pondasi penting untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera. Dari desa kita membangun masa depan bangsa menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Kav. Samto Betah dalam laporannya menyampaikan bahwa TMMD ke-127 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.

”Program ini berlangsung selama satu bulan, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 150 personel dari unsur TNI serta berbagai instansi terkait. Selain pembangunan jalan beton, sejumlah kegiatan fisik lain turut dilaksanakan, di antaranya pembangunan tembok penahan tanah, pembuatan drainase, serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 12 unit,” kata Dandim.

Menurut Samto, pembangunan infrastruktur tersebut sangat membantu masyarakat, terutama para petani yang setiap hari mengangkut hasil panen dari kawasan pertanian di wilayah pegunungan Rancabali. “Dulu kondisi jalan berlumpur dan cukup berbahaya karena berada di dekat jurang. Sekarang akses masyarakat jauh lebih aman dan mudah,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, program TMMD juga menghadirkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan nonfisik meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi pendidikan, pelatihan keterampilan seperti tata busana, hingga pendampingan pengembangan desa wisata. Selain itu, masyarakat juga menerima berbagai bantuan berupa bibit pohon keras, ternak domba, bibit lele, gerobak sampah, serta bantuan sembako.

Wakil Bupati Kabupaten Bandung Ali Syakieb menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan di daerah. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung memberikan dukungan signifikan terhadap pelaksanaan TMMD tahun 2026 melalui alokasi anggaran dari APBD.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk satu lokasi TMMD reguler dan delapan lokasi karya bakti TNI di berbagai wilayah Kabupaten Bandung. “Program TMMD ini tidak hanya mempercepat pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Ali.

Salah satu proyek utama yang direalisasikan dalam TMMD ke-127 di Desa Cipelah adalah pembangunan jalan rabat beton sepanjang 1.500 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha di kawasan Rancabali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....