Unjani Gelar Kuliah Umum Kepemimpinan, Luhut Pandjaitan Soroti Tantangan Global

  • 11 Mar 2026 16:53 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar kuliah umum kepemimpinan bertema “Optimalisasi Peran dan Karakter Mahasiswa dalam Memanfaatkan Bonus Demografi Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045” di Auditorium Unjani Kota Cimahi, Rabu 11 Maret 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Jenderal TNI (HOR) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai pembicara utama di hadapan ratusan mahasiswa dan civitas akademika Unjani.

Dalam kuliah umum tersebut, Luhut menekankan pentingnya solidaritas antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik hingga risiko ekonomi dunia.

Menurutnya, negara-negara di dunia saat ini menghadapi persoalan yang hampir serupa sehingga diperlukan kerja sama dan kewaspadaan agar negara berkembang tidak kembali terjebak dalam pola dominasi baru di tingkat global.

“Intinya kita harus kompak menghadapi persoalan global ini karena semua negara juga menghadapi tantangan yang sama,” ujar Luhut di hadapan peserta kuliah umum.

Ia menegaskan bahwa Indonesia harus mampu menjaga kemandirian serta mempertahankan kemerdekaan dalam menentukan arah kebijakan nasional, sekaligus tetap membangun hubungan baik dengan berbagai negara.

Selain persoalan geopolitik, Luhut juga menyoroti potensi risiko ekonomi global yang dapat muncul akibat perkembangan teknologi, khususnya fenomena bubble kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang berpotensi memicu guncangan ekonomi apabila tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya, para pemimpin dan pengambil kebijakan harus memiliki kemampuan berpikir jauh ke depan dengan mengidentifikasi persoalan secara tepat sebelum mengambil keputusan strategis.

“Kita harus berpikir ke depan, mengidentifikasi masalah dengan akurat, mencari solusi yang tepat, dan mengambil keputusan terbaik,” katanya.

Keberanian dalam mengambil keputusan tetap harus diimbangi dengan tata kelola yang baik serta bebas dari konflik kepentingan. Ia mencontohkan penerapan sistem e-katalog dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus menekan potensi praktik korupsi.

Sementara itu, Rektor Universitas Jenderal Achmad Yani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan karakter mahasiswa yang rutin diselenggarakan oleh Unjani setiap tahun.

Menurutnya, kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) kini dikembangkan menjadi program penguatan karakter kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari identitas kampus Smart Military University.

Agus menjelaskan kehadiran Luhut Binsar Pandjaitan diharapkan dapat memberikan inspirasi serta pembelajaran langsung bagi mahasiswa, terkait nilai-nilai kepemimpinan yang relevan dengan tantangan bangsa.

“Rekam jejak Luhut di dunia militer maupun pemerintahan menunjukkan kapasitas kepemimpinan yang kuat, termasuk saat berperan dalam berbagai kebijakan strategis nasional,” ucap Agus.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada periode 2030 hingga 2040.

“Momentum tersebut harus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda Indonesia agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadi pijakan menuju visi besar Indonesia Emas 2045, tepat satu abad kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....