Mengabdi di Karimunjawa, Dorong Pendidikan, Ekonomi, Pengelolaan Lingkungan

  • 10 Mar 2026 20:48 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Genting, Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan melalui Ekspedisi Pulau Genting, kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika (IMG-ITB) dan Himpunan Mahasiswa Rekayasa Infrastruktur Lingkungan (KMIL-ITB).

Pulau Genting merupakan salah satu pulau kecil di gugusan Karimunjawa yang dihuni kurang dari 500 penduduk. Mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai nelayan. Meski memiliki potensi alam yang besar, seperti panorama pantai dan terumbu karang yang masih terjaga, pulau ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan hingga pengelolaan infrastruktur dasar.

Melalui ekspedisi ini, mahasiswa berupaya menghadirkan sejumlah program yang berfokus pada pendidikan, ekonomi masyarakat, dan pengelolaan lingkungan. Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam Geopoint IMG-ITB dan ENVRZ! KMIL-ITB terlibat dalam kegiatan tersebut. Program ini juga menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PPMI) FITB 2025 yang digelar pada 3-11 November 2025.

Salah satu fokus kegiatan adalah penguatan pendidikan bagi anak-anak di Pulau Genting. Di pulau ini, SDN 5 Karimunjawa menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan formal yang tersedia.

Mahasiswa membangun pojok baca di setiap kelas serta menyelenggarakan kegiatan sekolah alam yang menghadirkan metode belajar interaktif di luar ruang kelas. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak melakukan berbagai eksperimen sains sederhana, seperti filtrasi air, pembuatan es krim putar, hingga edukasi pemilahan sampah.

“Melihat keterbatasan fasilitas yang ada, kami ingin menghadirkan ruang belajar. Yaitu yang lebih menyenangkan sekaligus mendorong anak-anak untuk berani bermimpi lebih tinggi,” ujar Mulan Azalea Sugiarto, mahasiswa Teknik Geodesi dan Geomatika ITB.

Selain pendidikan, mahasiswa mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu potensi lokal Pulau Genting adalah tape singkong khas Genting yang memiliki cita rasa manis dan legit karena dibuat dari ubi kuning.

Pulau Genting juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah karena belum memiliki sistem pengolahan yang terintegrasi. Mahasiswa KMIL-ITB menghadirkan beberapa solusi, seperti pembangunan Biopore Pot System untuk mengolah sampah organik rumah tangga serta penyediaan fasilitas pewadahan sampah di beberapa titik strategis. Selain itu, tim membangun rocket stove sebagai alternatif pengolahan sampah anorganik dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan pembakaran terbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....