Bulog Jabar Jamin Stok Beras Aman Selama Ramadan, Warga diminta tidak Panik

  • 09 Mar 2026 17:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pada masa pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto periode 2024–2029, pemerintah menetapkan swasembada pangan sebagai salah satu misi prioritas nasional. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara di sektor pangan, Perum Bulog berperan penting dalam mendukung target tersebut dengan terus memperkuat ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras. Untuk menjaga kekuatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), Bulog mengagresifkan penyerapan serta pengadaan beras maupun gabah kering setara beras dari petani di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat.

Caranya, terus memperkuat ketersediaan pangan, khususnya, komoditas beras. Tidak heran, agar stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap perkasa, Perum Bulog tetap mengagresifkan penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani di berbagai wilayah, termasuk Jabar

Nurman Susilo, Pemimpin Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jabar, menegaskan, pihaknya tidak mengurangi agresivitas penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani selama Ramadan 2026. Ia mengatakan, penyerapan dan pengadaan selama Ramadan 2026 tersebut termasuk upaya untuk memperkuat CBP.

Selain itu, sambungnya, juga sebagai cara untuk merealisasikan target nasional penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani pada tahun ini, yakni sebanyak 4.5 juta ton. “Khusus Jabar, targetnya 1.012 ton, GKP (Gabah Kering Panen) atau 694.432 ton setara beras.” Kata Nurman dalam keterangannya, Senin 9 Maret 2026.

Seiring dengan terus berlangsungnya proses pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras petani selama Ramadan 2026, Nurman Susilo membeberkan, publik Jabar tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan beras. Pasalnya, klaim Nurman Susilo, saat ini, pihaknya mengelola CBP yang berlimpah. Volumenya, sebut dia, sekitar 592 ribu ton.

“In Syaa Allah, stok beras Jabar aman dan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama beberapa bulan mendatang,” imbuhnya.

Menurutnya, tetap agresifnya penyerapan dan pengadaan beras atau gabah kering setara beras petani ini juga merupakan kiat jajarannya demi terciptanya stabilitas harga pada level petani. Caranya, melalui pembelian GKP, yang nominalnya sesuai ketetapan pemerintah, yakni Rp6.500 per kilo gram.

Bulog Jabar optimistis bisa merealisasikan target pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras yang dicanangkan pemerintah kepada jajarannya hingga akhir 2026. Indikatornya, kata Nurman, perbandingan realisasi pengadaan dan penyerapan beras atau gabah kering setara beras antara 2025 dan tahun ini. “Hingga memasuki pekan kedua Maret 2026, volume penyerapannya mencapai 130 ribu ton, padahal tahun lalu periode yang sama hanya mencapai 32.086 ton” ujar dia.

Akan tetapi, Nurman Susilo mengatakan, pencapaian positif sulit tercapai apabila tidak ada sinergi yang kuat dan harmonis dengan seluruh stakeholder. Yaitu, pemerintah daerah, provinsi maupun kota-kabupaten, jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

“Kemudian, sinergi juga dengan para penyuluh pertanian, termasuk para mitra pengadaan dan penggilingan serta kelompok tani,” kata Nurman Susilo mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....