Peduli Pasca Bencana Aceh, ITB-Paragon Kirim Filter Air
- 07 Mar 2026 21:53 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pascabencana Aceh, Institut Teknologi Bandung (ITB) berkolaborasi dengan Paragon Corp kembali membantu masyarakat melalui pengiriman teknologi filter air bersih kedua bagi warga di Aceh Tamiang, Sabtu 7 Maret 2026. Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Fahmi, M.H. menyatakan terima kasih dan kegembiraannya atas dukungan ITB dan Paragon.
"Saya berharap dengan dukungan Pemerintah dan banyak pihak, kondisi di sini bisa lebih cepat pulih," ujar Bupati Armia yang mengaku juga sedang mengupayakan kerja sama dengan ITB, Sabtu 7 Maret 2026. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama ITB bersama Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB dengan dukungan Paragon sebagai sponsor.
Filter air tersebut dipasang di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Yaitu tepatnya di tepi Sungai Tamiang yang menjadi sumber air bagi sistem penyaringan tersebut.
Teknologi ini bekerja dengan menyedot air sungai yang sebelumnya dalam kondisi keruh, kemudian memprosesnya melalui dua tahap filtrasi hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan, bahkan dapat diminum. Air hasil penyaringan kemudian ditampung dalam tangki penampungan berkapasitas besar sebelum didistribusikan kepada warga.
Dari penampungan tersebut, air dialirkan ke toren-toren air di sekitar pemukiman penduduk di Kampung Sukajadi. Melalui sistem distribusi ini, sekitar 1.200 warga kini dapat memanfaatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, kebutuhan sanitasi, hingga sebagai sumber air minum.
Selain melalui distribusi ke rumah-rumah, sebagian warga juga datang langsung ke lokasi filter untuk mengambil air. Selama bulan puasa, terutama menjelang sore hari, warga terlihat antre dengan membawa galon kosong untuk mengisi air bersih dari sistem filter ITB–Paragon tersebut.
Sistem filter air ini memiliki kapasitas maksimum hingga 7.200 liter per jam, sehingga mampu menyediakan pasokan air bersih dalam jumlah besar bagi masyarakat sekitar. Filter air tersebut dikirim dari kota Bandung menuju Aceh Tamiang dengan waktu perjalanan sekitar satu pekan sebelum akhirnya tiba di lokasi dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.
Pengiriman ini juga menjadi bagian dari upaya melanjutkan masa pemulihan yang tengah berlangsung di wilayah Aceh, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih. Keberadaan teknologi ini juga menghadirkan cerita menarik dari masyarakat setempat.
Salah satu kisah datang dari seorang bayi yang sebelumnya mengalami diare selama hampir satu bulan dan tidak kunjung sembuh meskipun telah mendapatkan pengobatan. Setelah keluarganya mulai menggunakan air dari sistem filter tersebut, kondisi bayi tersebut dilaporkan berangsur membaik hingga akhirnya sembuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....