Tekan Stunting, Pemkab Tasikmalaya Gulirkan “Pesta Telur”
- 07 Mar 2026 21:11 WIB
- Bandung
RRi.CO.ID, Tasikmalaya- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tasikmalaya percepat penuntasan stunting.Salah satunya melalui Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Budidaya Ayam Petelur (Pesta telur).
Program ini jadi upaya menggabungkan peningkatan gizi keluarga sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.”Kami pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memaksimalkan ikhtiar untuk penurunan stunting,"kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) pada Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tasikmalaya, Yanti Permayanti, Sabtu 7 Maret 2026.
Pesta telur sendiri, menghadirkan konsep budidaya terpadu yang mengkombinasikan peternakan ayam petelur, budidaya maggot, serta kolam ikan dalam satu sistem rak vertikal terpadu. Sehingga setiap komponen saling terhubung dan mampu menciptakan ekosistem produksi pangan yang efisien sekaligus berkelanjutan.
"Pesta Telur merupakan inovasi penanganan stunting melalui pendekatan ekonomi keluarga," kata Yanti.
Menurut dia, program tersebut dirancang untuk membantu keluarga yang memiliki balita stunting maupun ibu hamil agar memiliki akses terhadap sumber protein sekaligus peluang tambahan penghasilan.“ kami menggagas Pesta Telur sebagai solusi untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yaitu gizi dan ekonomi,” ujar Yanti.
Pada program ini, setiap keluarga sasaran mendapatkan bantuan 15 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang berbentuk paralel vertikal. Kandang tersebut dirancang bertingkat dengan tiga fungsi sekaligus. Pada bagian paling atas ditempatkan ayam petelur sebagai sumber produksi telur.
Sementara di bagian tengah kandang digunakan untuk budidaya maggot atau larva lalat yang berfungsi sebagai pakan alternatif bernutrisi tinggi. Sedangkan pada bagian paling bawah disiapkan kolam ikan. “ Maggot menjadi sumber pakan protein bagi ayam dan ikan. Sementara untuk budidaya maggot sendiri, kami sudah bekerja sama dengan program MBG setempat untuk menyediakan limbah organik sebagai bahan pakan maggot,” katanya.
Ditargetkan satu kandang, mampu menghasilkan sekitar 15 butir telur setiap hari. Telur yang dihasilkan juga memiliki nilai gizi tinggi karena ayam diberi pakan organik yang diperkaya dengan maggot.
“Telur yang dihasilkan kaya protein, omega 3, dan DHA. Karena proses pemeliharaannya menggunakan pakan organik yang sehat. Ini bisa dimanfaatkan masyarakat ” katanya.
Hasil produksi telur tersebut nantinya akan dimanfaatkan langsung oleh keluarga penerima manfaat. "Lima butir dikonsumsi, sementara 10 butir lainnya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga," ujar Yanti.
Agar program berjalan efektif, pemerintah menyiapkan pendamping khusus.
Pendamping bertugas memberikan bimbingan teknis mulai dari perawatan ayam, budidaya maggot, hingga pengelolaan hasil produksi.
Pesta telur diharapkan tidak hanya membantu memperbaiki asupan gizi keluarga, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....