Wali Kota Bandung Bahas Antisipasi Parkir Liar Selama Libur Lebaran
- 06 Mar 2026 14:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Menjelang musim mudik dan libur Lebaran, Pemerintah Kota Bandung mulai mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk mengatur kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan yang akan dilintasi maupun dipadati pemudik. Salah satu perhatian utama pemerintah adalah persoalan parkir liar yang kerap dikeluhkan masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pembahasan bersama aparat kepolisian terkait pengelolaan lalu lintas dan parkir selama periode libur Lebaran. Koordinasi tersebut juga melibatkan jajaran kepolisian di wilayah Kota Bandung.
Menurut Farhan, saat ini pembahasan dilakukan bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung, Andi Wijaya, untuk menentukan langkah strategis yang dapat dilakukan selama masa libur panjang tersebut.
“Ya, kita sedang membahasnya bersama pihak kepolisian. Kapolrestabes juga sekarang menggunakan PLT, Pak Andi Wijaya. Kami ingin benar-benar fokus mengantisipasi pengelolaan parkir, terutama di tempat-tempat keramaian selama libur Lebaran,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung, Jumat 6 Maret 2026.
Farhan menjelaskan, hingga saat ini pembahasan tersebut belum mengarah pada keputusan final, termasuk apakah diperlukan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus untuk menertibkan parkir liar di berbagai titik keramaian.
“Kita masih melihat dulu apakah perlu dibentuk satgas khusus yang bergerak keliling atau mekanisme lain. Itu masih kita diskusikan,” katanya.
Menurut Farhan, parkir liar menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius, terutama pada masa libur Lebaran ketika mobilitas masyarakat meningkat signifikan. Kondisi tersebut sering dimanfaatkan oleh oknum juru parkir liar yang memungut biaya parkir secara tidak resmi.
Ia mengibaratkan penertiban parkir liar selama ini seperti upaya mengusir nyamuk—ketika ditertibkan akan hilang sementara, namun kemudian muncul kembali di lokasi yang sama.
“Kalau istilahnya seperti mengusir nyamuk. Diberantas sekali hilang, tapi nanti muncul lagi. Hilang lagi, muncul lagi. Makanya mungkin sekarang perlu pendekatan lain, mungkin dengan satgas,” ungkapnya.
Farhan juga menilai aktivitas parkir liar biasanya meningkat drastis selama masa libur Lebaran, terutama di kawasan wisata, pusat kuliner, pusat perbelanjaan, serta titik-titik keramaian lainnya di Kota Bandung.
“Kalau hari-hari biasa mungkin tidak terlalu terasa. Tapi saat libur Lebaran, parkir liar biasanya paling ‘galak’. Itu yang harus kita antisipasi,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bandung bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan akan terus mematangkan pembahasan tersebut guna memastikan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung selama masa libur Lebaran. Langkah penataan parkir diharapkan juga dapat mengurangi kemacetan serta meningkatkan ketertiban di ruang publik.
Farhan menegaskan keputusan terkait strategi penanganan parkir liar akan ditentukan setelah pembahasan lebih lanjut bersama seluruh pihak terkait.
“Kita lihat nanti hasil pembicaraan dengan kepolisian dan Dishub seperti apa. Yang jelas, kita ingin penanganannya lebih efektif,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....