Psikolog Tanggapi Penganiayaan hingga Korbannya Meninggal Gegara Labu Siam
- 05 Mar 2026 16:38 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Cianjur- Kasus kekerasan yang dialami M (56), warga Kampung Bayabang RT 003/006 Desa Talaga Kecamatan Cugenang hingga meninggal dunia dianiaya pelaku lantaran kepergok mencuri buah labu siam mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari psikolog asal Cianjur Sri Tedja.
Dilihat dari sisi psikologis, Sri Tedja mencoba mempelajari karakter atau sifat dari korban maupun terduga pelaku. Dalam kasus ini, Sri menyikapi reaksi berlebihan dari terduga pelaku yang mana merasa mengalami kerugian dengan dicurinya labu yang hanya berjumlah dua buah.
"Respon yang tidak proposional secara ekstrem, brutal hingga meninggal tidak bisa dijelaskan sebagai penegakan hukum," kata Sri, Kamis 5 Maret 2026.
Reaksi berlebihan itu menurut Sri,
menunjukkan adanya masalah psikologis yang mendalam. "Kemungkinan dipicu rasa sakit hati, amarah sebelumnya mengalami dengan orang lain di masa lalu yang dilampiaskan pada korban," ujarnya.
Di sisi korban, Sri menyikapi tanggungjawab almarhum yang diinformasikan menjaga ibunya yang sudah tua menjadi nilai baik. Namun, untuk aksi mencurinya patut dipertanyakan, apakah faktor kebiasaan di lingkungan atau faktor ekonomi.
"Kita harus bertanya tetangganya ke mana ?, sampai mencuri labu untuk makan, walaupun memang informasinya ada yang membantu rutin satu bulannya Rp300 ribu, tetapi untuk kebutuhan tentunya tidak cukup," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....