Konflik Israel-Iran, Pemprov Jabar Pantau 3.960 Warga di Asia Barat

  • 05 Mar 2026 13:00 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat sedikitnya 3.960 warganya berada di sejumlah negara Timur Tengah (Asia Barat). Data tersebut dihimpun Dinas Ketenagakerjaan Jawa Barat, mencakup pekerja migran hingga mahasiswa.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, Mas Adi Komar, menegaskan pendataan terus diperbarui untuk memastikan kondisi warga Jabar di tengah situasi kawasan yang memanas. “Jumlah pekerja migran asal Jawa Barat kurang lebih 3.960 orang. Kami terus memantau, warga juga bisa mengakses hotline Jabar untuk menyampaikan kondisi di sana,” ujar Adi di Bandung, Rabu 4 Maret 2026.

Adi menambahkan, koordinasi intensif dilakukan bersama pemerintah pusat, khususnya Kementerian Luar Negeri, terkait perkembangan situasi dan langkah yang diperlukan bila terjadi eskalasi konflik. Mekanisme evakuasi, menurutnya, berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk kebijakan evakuasi kami menunggu arahan teknis, karena berlaku secara nasional, tidak hanya untuk Jawa Barat,” jelasnya.

Saat ini, prioritas pemerintah daerah adalah memastikan data akurat serta kondisi warga tetap terpantau. Komunikasi dengan keluarga dan perwakilan diplomatik Indonesia di negara setempat dinilai krusial agar informasi tidak simpang siur.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau warga asal Jabar di Timur Tengah agar segera menghubungi layanan hotline jika menghadapi kendala.

“Bagi saudara-saudara asal Jawa Barat yang berada di Timur Tengah, silakan segera hubungi hotline Jabar jika menghadapi kesulitan. Kami ingin memastikan keselamatan dan keamanan warga di tengah konflik bersenjata,” kata Dedi.

Ia berharap warga Jabar di Timur Tengah tetap sehat serta dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang di tengah situasi yang berkembang. Pemprov Jabar memastikan pemantauan akan terus dilakukan sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah pusat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....