Pemkot Bandung Targetkan Jalan Aman Idulfitri
- 05 Mar 2026 12:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Cuaca hujan tidak menghalangi percepatan perapian bekas galian proyek Infrastruktur Pasif Terpadu (IPT) di Kota Bandung. Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Banceuy, para pekerja tetap melanjutkan proses penutupan dan pemadatan jalan meski diguyur hujan.
Sejak pagi hari, pekerjaan dilakukan secara bertahap mulai dari penimbunan kembali material bekas galian hingga pemadatan permukaan jalan menggunakan alat berat. Intensitas hujan yang turun di beberapa waktu memang memperlambat ritme pengerjaan, namun tidak menghentikan proses perapian yang tengah dikebut menjelang Hari Raya Idulfitri.
Selain di Jalan Banceuy, percepatan penutupan galian dan perapian jalan juga dilakukan di 15 ruas jalan lainnya. Ruas-ruas tersebut meliputi Jalan Wastukencana, Dr. Rum, Lengkong Kecil, Lengkong Besar, Gatot Subroto, Bahureksa, ABC, Siliwangi, Sudirman, Dr. Cipto, Patrakomala, Trunojoyo, Seram, dan Otista. Seluruh lokasi tersebut masuk dalam daftar prioritas penyelesaian sebelum arus mudik dan libur Lebaran.
PT Bandung Infra Investastama (BII) sebagai pihak yang menerima penugasan proyek IPT tengah melakukan akselerasi pekerjaan di lapangan. Percepatan ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan arus lalu lintas serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan, terutama saat mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan menjelang Lebaran.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memutuskan membatasi sementara aktivitas pembangunan IPT hingga 5 Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas keluhan warga terkait kondisi jalan bekas galian yang dinilai membahayakan dan mengganggu kenyamanan berkendara.
Menurut Farhan, pembatasan tersebut disertai ketentuan tegas bahwa seluruh titik yang sudah terlanjur digali wajib dirapikan terlebih dahulu. Tidak diperkenankan ada lubang terbuka maupun permukaan jalan yang tidak rata dan berisiko bagi pengendara.
“Semua yang sudah digali harus dirapikan. Menjelang Idulfitri, jalan harus dalam kondisi aman dan nyaman,” ujar Farhan, kamis 5 Maret 2026.
Ia pun menargetkan seluruh titik prioritas dapat diselesaikan sebelum puncak arus Lebaran. Dengan percepatan yang terus dilakukan, diharapkan kondisi infrastruktur jalan kembali optimal sehingga tidak menghambat aktivitas warga maupun pemudik yang melintasi Kota Bandung.
" pengawasan di lapangan terus dilakukan guna menjamin kualitas hasil perapian. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang aman, nyaman, dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya pada momen penting seperti Idulfitri," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....