Pemkot Bandung Gelar Bazmut, Stok Beras Aman dan Harga Bahan Pokok Relatif Stabil
- 05 Mar 2026 11:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung meninjau pelaksanaan bazar murah utama yang digelar untuk membantu distribusi berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama kewilayahan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Perum Bulog, serta para pelaku ritel sembako.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bazar murah menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Hari ini kita melakukan peninjauan bazar murah yang bertujuan membantu distribusi berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kerja sama antara kewilayahan, Disdagin, Bulog, serta para pelaku ritel sembako menjadi sangat penting,” ujar Farhan usai kegiatan Bazar Murah Utama Sesi II di Kantor Kelurahan Cigereleng kecamatan Regol kota Bandung, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, secara umum harga sejumlah komoditas masih dalam kondisi terkendali. Ia menyebut harga beras masih tergolong normal karena pasokan yang terjaga. Begitu pula dengan harga daging sapi dan ayam yang relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
“Sampai saat ini harga beras masih bisa dikatakan normal karena suplai cukup terjaga. Daging sapi juga relatif baik harganya, ayam tidak terlalu mahal,” katanya.
Farhan mengakui, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti telur ayam dan sejumlah sayuran. Namun kenaikan tersebut bukan disebabkan kelangkaan barang, melainkan peningkatan permintaan.
“Yang mengalami kenaikan hanya telur ayam serta beberapa sayuran seperti cabai dan bawang. Itu pun bukan karena kelangkaan, melainkan meningkatnya permintaan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Disdagin Kota Bandung, Dedi Priadi Nugraha, menambahkan bahwa cabai rawit memang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pihaknya optimistis kondisi tersebut akan segera terkendali.
“Seperti yang disampaikan, cabai rawit memang mengalami kenaikan harga. Namun, kami optimistis dalam waktu dekat akan ada stabilisasi. Untuk tahu dan bahan pokok lainnya masih aman dan stabil. Bawang juga relatif terkendali,” ujarnya.
Dalam bazar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp58.000, beras premium 5 kilogram Rp72.000, gula putih 1 kilogram Rp16.500, tepung terigu 1 kilogram Rp8.500, Minyakita 2 liter Rp31.000, serta Minyakita satu dus Rp186.000.
Sedangkan Pemimpin Cabang Perum BULOG Bandung, Ashville Nusa Panata, memastikan stok beras dalam kondisi aman. Ia menyebut total stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 25 ribu ton.
“Untuk beras, stok dalam kondisi aman. Total stok kami saat ini sekitar 25 ribu ton. Angka tersebut dinamis karena ada arus keluar-masuk, termasuk distribusi ke pasar tradisional dan ritel modern,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan penyerapan gabah dari petani untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat produsen dan konsumen.
“Selain itu, kami juga masih melakukan penyerapan gabah dari petani, sehingga stok akan terus bergerak sesuai kebutuhan pasar,” katanya.
Di tingkat kewilayahan, Camat Regol, Sri Kurniasih, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan bazar murah yang dinilai sangat membantu masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari tingginya minat masyarakat yang datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Alhamdulillah, warga merasa sangat terbantu dan bahagia dengan adanya kegiatan bazar murah ini. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....