Bapanas Sidak Pasar, Pastikan Harga Daging Sapi di Kosambi Stabil
- 03 Mar 2026 16:12 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan harga daging sapi di Pasar Kosambi, Kota Bandung, masih sesuai ketentuan dan relatif stabil.
Hal tersebut disampaikan Ketut Astawa saat meninjau langsung Pasar Kosambi. Peninjauan dilakukan menyusul kabar daging sapi menyentuh harga Rp.160.000 per kilogramnya.
“Kami sengaja datang ke Pasar Kosambi terkait pemberitaan harga daging sapi yang mencapai Rp160 ribu. Kami bersama tim dari Dinas Pangan Kota Bandung, Kementerian Perdagangan, Polda maupun Polres, serta Kementan dan Bapanas langsung mengonfirmasi agar informasi ini bisa jelas,” ujarnya, Selasa 3 Maret 2026.
Dari hasil pengecekan di lapangan, harga daging sapi paha belakang dijual Rp.140.000 ribu per kilogram dalam kondisi belum dibersihkan dari lemak. Sementara paha depan dijual Rp.130.000 ribu per kilogram, juga tanpa proses pembersihan lemak.
Menurutnya, kenaikan harga hingga di atas Rp.140.000 ribu terjadi apabila pembeli meminta daging dibersihkan dari lemak sehingga menjadi daging murni.
“Kalau ada permintaan dibersihkan sehingga menjadi daging murni, tentu harganya akan melebihi harga batas. Tapi harga normal paha belakang 140 ribu dan paha depan 130 ribu, itu belum dibersihkan,” kata Gusti.
Selain daging sapi, sejumlah komoditas lain juga terpantau stabil. Bawang putih dijual Rp.38.000 ribu per kilogram, bawang merah Rp.41.000 per kilogram, cabai rawit dalam kondisi baik, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras premium Rp14.900 per kilogram.
Harga daging ayam berada di kisaran Rp40.500 per kilogram, sementara telur masih dalam kondisi harga yang terkendali. Pasokan dari komoditas-komoditas itu juga dinilai cukup.
“Artinya semua posisi harga-harga di Pasar Kosambi relatif stabil dan yang tidak kalah penting, pasokannya sangat-sangat cukup,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton menegaskan pihak kepolisian akan terus melakukan pengawasan bersama instansi terkait.
“Kami dari kepolisian khususnya Polrestabes Bandung bersama stakeholder terkait selalu mengawasi dan mengecek ke lapangan terkait ketersediaan dan harga. Jika memang ada hal-hal yang perlu diintervensi, kami akan bersama-sama turun ke lapangan,” kata Anton.
Pemerintah memastikan pemantauan harga dan distribusi bahan pokok terus dilakukan. Demi menjaga stabilitas harga serta menjamin ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....