BPBD Garut Siaga Hadapi Puncak Hujan

  • 03 Mar 2026 09:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Sejumlah rangkaian peristiwa longsor terjadi di Kabupaten Garut dalam beberapa pekan terakhir, ditengah tingginya intensitas curah hujan saat ini. Peristiwa longsor terbaru terjadi di sejumlah daerah di wilayah Garut Selatan, salah satu diantaranya longsor terjadi di Kecamatan Banjarwangi Garut yang menutup akses jalan Kabupaten dan Desa.

Menanggapi hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Aah Anwar Saepuloh mengatakan, saat ini sedang dalam kondisi siaga darurat bencana hidrometeorologi basah yang diperkirakan akan berakhir pada 30 april 2026."Saat ini curah hujan tinggi sudah memasuki fase puncaknya sebelum berakhir pada 30 april 2026 mendatang,"katanya, di Garut, Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menyampaikan, pada musim lebaran tahun lalu,BNPB sempat melakukan rekayasa cuaca sehingga ada pengurangan curah hujan.Namun saat ini sudah kembali normal."BNPB sebelumnya sempat melalukan rekayasa cuaca untuk mengurangi tingginya intensitas curah hujan, namun di tahun ini audah kembali normal. Sehingga curah hujan masih tinghi karena dalam masa puncaknya,"ujarnya.

Ia mengatakan, ditengah tingginya curah hujan saat ini potensi bencana lokal seperti banjir atau longsor selalu ada, namun hingga saat kini masih dapat tertanggulangi." Banjir dan longsor sempat terjadi sejumlah daerah baik di garut utarama maupun selatan namun Alhamdulillah hingga saat ini masih bisa diatasi dan dalam kondisi aman,"ujarnya.

Ia menyampaikan, insfratruktur jalan, jembatan dan fasilitas umum lainnya yang terdampak bencana secara bertahap sudah diperbaiki dengan melibatkan berbagai institusi tehnis lainnya."Ada beberapa fasilitas insfratruktur seperti jalan dan jembatan atau bangunan lainnya yang rusak akibat longsor atau banjir kini sudah diperbaiki,"katanya.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, ia juga menyampaikan himbauan kepada masyarakat khususnya yang mendiami lokasi rawan longsor seperti diperbukitan atau lereng gunung untuk meningkatkan kewaspadaan ditengah masih tingginya curah hujan saat ini."Mayoritas warga di garut selatan khususnya kebanyakan mendiami tanah rawan longsor seperti di perbukitan atau di lereng gunung maka diperlukan ekstra hati hati atau waspada saat intensitas hujan tinggi,"tuturnya.

Ia menyampaikan, kepada warga atau siapapun jangan sekali kali melakukan alih fungsi lahan khususnya di kawasan zona longsor karena hal itu bisa memicu terjadinya bencana seperti banjir."Kami juga melarang warga untuk membuat embung -embung atau penampungan air berupa kolam ditanah labil seperti di lereng pegunungan atau perbukitan yang curam, itu juga sangat rawan terhadap terjadinya bencana,"ujarnya.

Rekomendasi Berita