Menteri LH Dukung Penuh PSEL Bandung, Dinilai Jadi Solusi Cepat Atasi Krisis Sampah
- 28 Feb 2026 14:02 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bandung. Dukungan tersebut diberikan menyusul kondisi persampahan di Kota Kembang yang dinilai sudah dalam tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan solusi cepat serta terukur.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa proyek PSEL merupakan langkah paling logis untuk menjawab persoalan sampah yang terus meningkat setiap harinya.
“Saya mendukung penuh PSEL khusus untuk Kota Bandung, karena kondisinya sudah dramatis dan memang itu jalan paling logis serta paling cepat untuk menangani sampah di tengah upaya kita membangun budaya pengelolaan lingkungan,” ujar Hanif, Sabtu 28 Februari 2026.
Menurutnya, membangun budaya pengelolaan sampah di masyarakat bukanlah proses instan. Perubahan perilaku membutuhkan waktu panjang dan konsistensi.
“Seperti saya katakan, membangun budaya itu tidak ada yang cepat. Di mana pun tidak ada yang cepat. Diperlukan waktu mungkin lima hingga puluhan tahun ke depan,” katanya.
Sementara itu, produksi sampah di Kota Bandung disebut mencapai hampir 1.500 ton per hari. Jika dikalkulasikan dalam setahun, jumlahnya menjadi sangat besar dan terus menumpuk apabila tidak diimbangi dengan sistem pengolahan yang memadai.
Dengan kondisi tersebut, konsep waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi dinilai sebagai kebutuhan mendesak.
“Dengan demikian, waste to energy itu harus dibangun untuk Kota Bandung. Saya setuju dan sudah menyampaikan kepada Pak Menko dalam sebuah rapat, dan beliau setuju,” tambahnya.
Saat ini, kunjungannya ke Bandung masih sebatas survei awal. Ke depan, tim teknis dari kementerian akan melakukan pendalaman untuk memastikan aspek teknis, lingkungan, dan pembiayaan proyek tersebut benar-benar matang.
Hanif juga menyinggung keberadaan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang dirancang untuk melayani enam kabupaten/kota di wilayah Bandung Raya.
Namun, ia mengakui proyek tersebut masih dalam proses panjang. Selain itu, jarak lokasi yang relatif jauh dari pusat Kota Bandung menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal biaya dan efisiensi pengangkutan sampah.
“Legok Nangka memang untuk enam kabupaten/kota. Tetapi perjalanannya masih cukup panjang dan lokasinya relatif jauh dari Bandung. Itu menjadi permasalahan tersendiri saat pengangkutan sampah,” jelasnya.
Karena itu, terobosan Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan PSEL di dalam kota diapresiasi pemerintah pusat. Meski demikian, Menteri LH mengingatkan agar perencanaan dilakukan secara hati-hati, terutama terkait kebutuhan anggaran yang besar.
“Karena ini menggunakan dana yang besar, kita perlu sangat hati-hati. Kemudian hari kita harus bertanggung jawab terhadap dana yang kita keluarkan untuk waste to energy,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....