Rencana Pemprov Sewa Helikopter untuk Evakuasi Pasien, Herman: Masih Kami Kaji
- 27 Feb 2026 20:17 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mengkaji skema penyewaan helikopter medis guna mempercepat evakuasi pasien dari wilayah terpencil menuju rumah sakit rujukan. Langkah ini diambil untuk memangkas waktu tempuh yang selama ini menjadi kendala utama dalam penanganan kasus darurat.
Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menyebut kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Dedi Mulyadi untuk memastikan akses layanan kesehatan merata.
“Komitmen Pak Gubernur meningkatkan kualitas kesehatan sangat kuat. Untuk rumah sakit yang jauh, kami fasilitasi helikopter melalui sewa,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Jumat 27 Februari 2026.
Menurut Herman, pemerintah daerah sedang mengkaji dua opsi pembiayaan, yakni melalui pergeseran anggaran atau perubahan anggaran, dengan tetap mengedepankan akuntabilitas penggunaan dana publik.
Layanan ambulans udara ini akan diprioritaskan bagi RSUD Jampang Kulon di Sukabumi dan RSUD Pameungpeuk Garut, yang memiliki waktu tempuh darat panjang menuju rumah sakit rujukan di Bandung.
“Kalau dari Pameungpeuk ke RSHS bisa dibayangkan durasinya jika lewat darat,” jelasnya.
Sebagai tahap awal, Pemprov Jabar merancang pembangunan helipad di masing-masing rumah sakit tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan RSUP Hasan Sadikin dan RS Santosa Bandung untuk mendukung operasional.
“Kami siapkan helipad di lokasi masing-masing. Dinas Kesehatan juga koordinasi dengan RSHS dan RS Santosa,” tambah Herman.
Ia menegaskan penggunaan helikopter medis sangat penting dalam situasi darurat, terutama untuk mengejar masa kritis penanganan pasien atau golden period, ketika keterlambatan evakuasi dapat meningkatkan risiko fatalitas. Meski demikian, aspek teknis dan pendanaan masih didalami sebelum layanan ini dioperasikan penuh.
“Arahan baru seminggu lalu. Skema sewa helikopter masih kami kaji, yang jelas harus akuntabel,” tandasnya.