Sepuluh Jenazah Tidak Teridentifikasi Dimakamkan Massal di Pasirlangu

  • 27 Feb 2026 17:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung Barat – Suasana duka menyelimuti Pemakaman Tanah Mati, Kampung Barunyatuh, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 27 Februari 2026. Sebanyak 10 jenazah korban longsor dimakamkan secara massal dalam satu liang lahat setelah sebelumnya dinyatakan belum teridentifikasi.

Prosesi pemakaman dihadiri ratusan warga. Sejumlah keluarga korban yang masih menanti kabar anggota keluarganya yang hilang turut datang dan mengikuti jalannya pemakaman dengan penuh harap dan kesedihan.

Iring-iringan ambulans yang membawa peti jenazah tiba di lokasi sekitar menjelang siang. Peti-peti tersebut kemudian diturunkan dan disusun berjejer tak jauh dari liang lahat berukuran kurang lebih 1,7 meter lebar dan 7 meter panjang.

Salat jenazah dilaksanakan setelah seluruh peti tersusun rapi. Doa-doa dipanjatkan dalam suasana khidmat sebelum satu per satu peti diturunkan ke dalam liang lahat yang sama.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan 10 jenazah tersebut sebelumnya diserahkan oleh Rumah Sakit Sartika Asih pada Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah serah terima, rombongan langsung menuju lokasi pemakaman usai pelaksanaan salat Jumat.

Menurut Ade, seluruh jenazah yang dimakamkan massal berstatus belum teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) telah melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari identifikasi fisik hingga uji DNA. Namun hingga kini, belum ditemukan kecocokan antara sampel DNA jenazah dan data keluarga yang melaporkan anggota keluarganya hilang.

“Sudah dilakukan berbagai metode identifikasi oleh tim DVI, termasuk pengambilan sampel DNA. Sampai saat ini belum ada yang cocok, sehingga dikategorikan tidak teridentifikasi,” ujarnya di lokasi.

Data pemerintah daerah mencatat sebanyak 80 warga Desa Pasirlangu dilaporkan hilang setelah longsor menerjang kawasan tersebut pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Dalam proses pencarian selama tiga minggu, 64 korban berhasil diidentifikasi dari daftar orang hilang.

Sementara 10 jenazah yang dimakamkan hari ini belum dapat dipastikan identitasnya. Untuk itu, makam diberi penanda batu nisan dengan nomor post mortem (PM). Pemerintah membuka kemungkinan pembaruan data apabila di kemudian hari ditemukan kecocokan DNA atau fakta baru terkait identitas korban.

“Jika nanti ada hasil tes DNA yang cocok atau data baru, tinggal dilakukan penyesuaian pada batu nisan,” kata Ade.

Hingga kini, upaya penelusuran data dan pencocokan identitas masih terus dilakukan sembari keluarga korban berharap kepastian atas nasib anggota keluarga mereka yang belum ditemukan.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....