Wali Kota Bandung Ancam Bongkar Reklame yang Tutup Drainase di Jalan Binong
- 27 Feb 2026 13:57 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyoroti keberadaan sebuah reklame berukuran besar yang berdiri di perbatasan RW 9 Maler dan RW 1 Kebon Gedang, tepatnya di Jalan Binong, turunan dari Jalan Layang Kiaracondong. Reklame tersebut berada di sisi selatan jalan dan diduga berdampak pada infrastruktur drainase di kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pihaknya telah menerima laporan hasil survei dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga terkait kondisi reklame tersebut. Dari hasil peninjauan awal, ditemukan indikasi bahwa pondasi reklame menembus hingga ke bawah dan menutup saluran drainase.
“Menurut penuturan dari tim survei Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga, pondasinya sampai ke bawah dan menutup saluran drainase. Itu yang mau kita bereskan. Kalau ternyata itu melanggar izin, ya kita potong, kita bongkar,” ujar Farhan, Jumat 27 Februari 2026.
Ia mengaku baru menemukan satu titik yang bermasalah, namun tidak menutup kemungkinan masih ada lokasi lain dengan persoalan serupa. Pemerintah Kota Bandung berencana melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap seluruh titik reklame yang dicurigai melanggar aturan, terutama yang berdiri di atas trotoar maupun fasilitas umum.
“Tidak tahu, ini saya baru menemukan satu. Nanti kita akan urut satu-satu. Kalau dengan perda baru, tidak mungkin itu berizin. Karena ada di trotoar,” tegasnya.
Farhan menambahkan, penertiban reklame yang melanggar merupakan kewajiban pemerintah dalam menjaga ketertiban tata ruang dan keselamatan infrastruktur kota. Ia memastikan, sebelum dilakukan pembongkaran, akan ada proses penyelidikan untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas pembangunan reklame tersebut.
“Kita akan selidiki dulu karena kita ingin betul-betul tahu siapa sebetulnya yang berinisiatif membangun di situ. Apakah full swasta, atau ada inisiatif dari masyarakat, atau ada dari instansi,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....