Sebanyak 9.232 Guru Keagamaan di Kota Bandung Masih Terima Honor
- 27 Feb 2026 13:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Sebanyak 9.232 guru keagamaan di Kota Bandung, termasuk guru madrasah jenjang MI, MTs, dan MA, hingga kini masih menerima honor sekitar Rp300.000 per bulan. Di tengah penurunan signifikan anggaran kesejahteraan rakyat (kesra) tahun 2026, pemenuhan kebutuhan para guru tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Bandung.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kota Bandung, Nasrulloh Jamaludin, mengungkapkan bahwa terjadi penurunan cukup tajam pada alokasi anggaran kesra dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun lalu anggaran mencapai Rp43 miliar, namun tahun ini turun menjadi Rp26 miliar. Sebagian besar dialokasikan untuk honor guru keagamaan, kegiatan haji, serta sertifikasi tanah tempat ibadah,” ujar Nasrulloh, Jumat 27 Februari 2026.
Pada tahun anggaran sebelumnya, total anggaran kesra tercatat sebesar Rp43 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp39 miliar dialokasikan khusus untuk honorarium guru keagamaan yang tersebar di berbagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan di Kota Bandung.
Selain itu, sebesar Rp2,6 miliar digunakan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji, termasuk pembiayaan transportasi serta dukungan bagi Petugas Haji Daerah (PHD). Sementara sekitar Rp900 juta dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Namun pada tahun anggaran 2026, total anggaran kesra menyusut drastis menjadi Rp26 miliar atau turun sekitar Rp17 miliar dari tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa pemerintah melakukan penyesuaian dan penataan ulang prioritas belanja agar program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap berjalan secara optimal.
Nasrulloh menegaskan, meskipun terjadi keterbatasan fiskal, honor guru keagamaan tetap menjadi salah satu prioritas utama dalam alokasi anggaran kesra. Pemerintah berupaya agar distribusi anggaran dilakukan secara efektif, proporsional, dan tepat sasaran.
“Dengan anggaran yang berkurang, tentu ada tantangan dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Kami berupaya agar alokasi tetap proporsional dan tidak mengganggu layanan pendidikan keagamaan di masyarakat,” katanya.
Dikatakannya, keberadaan ribuan guru keagamaan dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta pendidikan moral generasi muda. Karena itu, meski ruang fiskal terbatas, pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan dukungan terhadap sektor pendidikan keagamaan.
" Di sisi lain, penurunan anggaran kesra tahun ini juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan efisiensi serta evaluasi program, agar belanja daerah tetap fokus pada kebutuhan mendasar masyarakat dan memberikan dampak yang maksimal," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....