Melalui Konservasi Mangrove, Pertamina EP Perkuat Pesisir Cirebon
- 27 Feb 2026 13:00 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Sebagai bentuk dedikasi terhadap kelestarian lingkungan pesisir, Pertamina EP Zona 7 kembali merealisasikan program tanggung jawab sosial melalui penyerahan 5.000 bibit mangrove di Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon beberapa waktu lalu.
Langkah ini diambil sebagai strategi berkelanjutan untuk memitigasi ancaman abrasi, sekaligus memulihkan ekosistem pesisir di wilayah tersebut.
Bibit mangrove dengan ketinggian rata-rata satu meter tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wazirul Luthfi, Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, kepada Teuku Fakhrudin selaku Ketua LSM Panglaot.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen perusahaan dalam melibatkan partisipasi aktif komunitas lokal, untuk memastikan keberhasilan perawatan dan pengelolaan kawasan secara jangka panjang.
Wazirul Luthfi menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar upaya penanaman, melainkan bagian dari visi besar perusahaan dalam membangun ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat.
"Kami berkomitmen untuk memberikan solusi yang memberikan manfaat ekologis sekaligus dampak sosial yang berkelanjutan bagi warga sekitar," ujar Wazirul, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Jumat 27 Februari 2026.
Berdasarkan data perusahaan, aksi lingkungan ini merupakan bagian dari rangkaian program yang telah berjalan secara konsisten. Hingga saat ini, Pertamina EP Zona 7 telah melaksanakan enam tahap penanaman dengan total luasan mencapai 5 hingga 6 hektare.
Dengan estimasi 60.000 pohon yang telah tertanam, kawasan pesisir Jadimulya kini bertransformasi menjadi sabuk hijau yang berfungsi sebagai pelindung alami daratan dari gerusan air laut.
Selain aspek penanaman, tim Pertamina EP Zona 7 juga melakukan peninjauan lapangan yang mencakup pendataan infrastruktur penunjang dan dokumentasi udara untuk mengevaluasi perkembangan kawasan secara menyeluruh.
“Seluruh temuan ini akan diintegrasikan dalam kajian strategis guna merumuskan langkah pengembangan kawasan di masa depan,” katanya.
Wazirul menambahkan bahwa tantangan lingkungan di wilayah pesisir memerlukan sinergi lintas sektor. Melalui pendekatan kolaboratif ini, diharapkan pengelolaan ekosistem mangrove di Kabupaten Cirebon dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan perlindungan maksimal bagi lingkungan serta masyarakat pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....