Kolaborasi Kelurahan Gempolsari dan Kodim/0618, Ubah Limbah jadi Paving Blok
- 27 Feb 2026 01:20 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Upaya pengelolaan sampah terpadu di Kelurahan Gempolsari, Kecamatan Bandung Kulon, kian diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Terbaru, kegiatan bersih-bersih lingkungan yang rutin digelar mendapat dukungan dari jajaran TNI melalui Kodim 0618/Kota Bandung.
Lurah Gempolsari, Dra. Tri Setya Handayani, mengatakan keterlibatan aparat teritorial memberi dorongan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan sampah di wilayahnya. Selama ini, pengolahan sampah telah berjalan dengan dukungan tim penggerak serta kelompok pemilah sampah di tingkat RW.
“Kegiatan bersih-bersih memang rutin kami lakukan. Namun dengan dukungan Kodim, prosesnya menjadi lebih optimal, terutama dalam pengoperasian mesin olah runtah atau motah,” ujarnya, Kamis 26 Februari 2026.
Kelurahan Gempolsari menerapkan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Sampah basah dipisahkan dan diolah melalui metode pengomposan alami menggunakan lubang berukuran besar. Sementara sampah residu dimusnahkan menggunakan mesin motah.
Dalam operasionalnya, mesin tersebut mampu mengolah hingga 30 ton sampah per hari. Adapun sampah basah yang dikelola tercatat mencapai sekitar 6,15 ton per pekan. Sistem ini telah menjangkau seluruh 10 RW di wilayah kelurahan, dengan jadwal pengolahan yang dilakukan secara bergiliran.
Tak hanya menekan volume sampah, hasil pembakaran residu melalui mesin motah juga dimanfaatkan kembali. Abu sisa pembakaran diolah menjadi bahan baku paving blok yang memiliki nilai guna dan ekonomi.
Produksi paving blok dari limbah tersebut mencapai 200 hingga 300 buah per hari. Material abu bahkan dapat dicampur dengan semen dengan tambahan bahan yang relatif minim untuk dijadikan material konstruksi ringan. Sejumlah fasilitas di area pengolahan sampah, seperti pembatas dan benteng, telah memanfaatkan produk tersebut.
Pihak kelurahan juga menyoroti pentingnya penyesuaian jumlah mesin pengolah dengan tingkat kepadatan penduduk. Berdasarkan kajian bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, satu kecamatan padat penduduk idealnya memiliki hingga enam unit mesin motah.
Dengan estimasi produksi sampah di Kota Bandung mencapai sekitar 200 ton per hari, pengadaan mesin pengolah dinilai menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan beban tempat pembuangan akhir.
Melalui inovasi teknologi sederhana dan kolaborasi antara warga, pemerintah, serta unsur TNI, Kelurahan Gempolsari menunjukkan bahwa persoalan sampah perkotaan dapat diatasi dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....