ATR/BPN Serahkan Ratusan Sertifikat Tanah Aset Milik Pemkab
- 20 Feb 2026 20:29 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Menyikapi percepatan inventarisasi dan legalisasi aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut serta aset pemerintah desa. Kepala ATR/BPN Garut, Eko Suharno, menjelaskan bahwa 401 sertifikat yang telah diserahkan merupakan hasil capaian target tahun 2025 yang mencakup berbagai fasilitas publik.
Ia menyampaikan, ratusan sertifikat tanah yang telah diserahkan tersebut diperhunakan untuk sekolah,fasilitas umum, jalan dan fasilitas lainnya, yang datanya sesuai usulan Pemkab.
"(Yang 401) Itu diantaranya untuk sekolah, kemudian fasilitas umum, jalan, semuanya. Dan 2026 nanti datanya sesuai usulan dari Pemda," katanya, di Garut, Jumat, 20 Febuari 2026.
Sementara itu Bupati Garut Abduay Sakur Amin mengapresiasi dukungan ATR/BPN Garut yang telah menyerahkan 401 sertipikat tanah sebagai bentuk kepastian hukum kepemilikan aset daerah.
"Selanjutnya juga ada beberapa aset yang perlu kita rapihkan kembali. Aset-aset yang bersebaran di beberapa tempat dan tadi kami diskusi terutama tentang riwayatnya karena juga ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh BPN sebelum melakukan sertifikasi," katanya.
Selain aset kabupaten, Ia juga menyoroti pentingnya penataan administrasi aset di tingkat desa yang dinilai masih memerlukan perbaikan format dan pendataan. "Yang tidak kalah penting juga kita coba inventarisasi aset-aset mengenai aset-aset yang dimiliki desa,"katanya.
Ia mengatakan, desa juga mempunyai tugas yang sama mengenai asetnya yang masuh banyak belum teradministrasi.
"Desa desa juga memiliki tugas yang sama karena kita juga melihat bahwa aset-aset desa itu masih belum teradministrasikan dengan baik dan terformatkan dengan baik," katanya.
Ia mengatakan, proses sertifikasi sisa aset lainnya akan terus dikomunikasikan secara intensif. Namun, ia menekankan perlunya prinsip kehati-hatian, terutama pada lahan yang telah lama diokupasi oleh masyarakat. "Karena semua kan butuh waktu kehati-hatian, ada beberapa lokasi yang sudah diokupasi oleh masyarakat dan kita juga harus hati-hati menyampaikannya," tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....