Setahun Dedi–Erwan, Infrastruktur Naik, PR Masih Ada
- 18 Feb 2026 16:08 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Memasuki satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Wakil Gubernur Erwan Setiawan, sejumlah capaian pembangunan mulai dirasakan masyarakat. Namun, catatan perbaikan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan ke depan.
Survei Indikator yang digelar 30 Januari hingga 8 Februari 2026 terhadap 800 responden di 27 kabupaten/kota menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap urusan wajib bidang infrastruktur mencapai lebih dari 80 persen. Angka ini menegaskan bahwa pembangunan fisik masih menjadi wajah utama pemerintahan Dedi–Erwan.
Masyarakat juga menilai positif peningkatan jumlah jalan dan jembatan. Sebanyak 65,9 persen responden menyatakan cukup puas, sementara 18,5 persen sangat puas. Evaluasi warga terhadap kualitas penghubung antarwilayah meningkat 10 hingga 11 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pengamat politik Universitas Pasundan, Fahmy Iss Wahyudy dalam keterangannya kepada RRI, Rabu 18 Februari 2026, menilai kinerja pemerintahan Jawa Barat dalam satu tahun terakhir bersifat “plus minus”. Ia mencatat angka pengangguran masih tinggi dan inflasi meningkat tipis, meski tidak signifikan. Catatan ini menjadi perhatian serius di tengah kepuasan publik terhadap infrastruktur.
Di sisi lain, Fahmy menyoroti indikator positif yang cukup kuat pada sektor investasi. Jawa Barat dinilai tetap menjadi provinsi paling menarik bagi investor dengan capaian tertinggi di Indonesia. Hal ini menunjukkan daya tarik ekonomi daerah masih terjaga.
Meski demikian, arah kebijakan pembangunan ke depan dinilai perlu lebih proporsional. Struktur belanja daerah masih menitikberatkan pada pembangunan fisik, sementara dana pendidikan, khususnya untuk sekolah swasta, mengalami pemotongan cukup besar. Fahmy menekankan perlunya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia.
“Pembangunan fisik itu penting, tapi harus dibarengi pembangunan mentalitas, intelektualitas, dan aspek sosial masyarakat Jawa Barat. Agar manfaat pembangunan lebih merata dan tidak timpang,” ujarnya. Fahmy menutup dengan pesan, keseimbangan kebijakan menjadi kunci agar pemerintahan Dedi–Erwan mampu menjawab tantangan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....