Warga Diimbau Menghormati jika Ada Perbedaan Awal Ramadan

  • 17 Feb 2026 15:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman mengimbau, warga untuk saling menghargai, jika terjadi perbedaan pada penentuan awal Ramadan. Ia juga meminta umat islam di Jawa Barat tidak membesar- besarkan hal itu.

Dudu mengatakan, perbedaan bisa saja terjadi, terlebih setiap ormas Islam memiliki perhitungan masing, untuk melihat hilal dalam menentukan Ramadan. Sehingga meskipun berbeda dalam awal Ramadan, hal itu diharapkan tidak lantas menjadi perdebatan.

“Ormas Islam memiliki perhitungan. Tapi yang paling penting, adalah bagaimana saling menghargai,” katanya, Selasa 17 Februari 2026.

Sementara itu Dani (42), warga Cintaraja, Kabupaten Tasikmalaya berharap, perbedaan dalam penentuan awal Ramadan tidak terjadi.

Antara pemerintah dan ormas Islam, seharusnya memiliki keputusan yang sama, dalam penentuan awal Ramadan.

“Ya, kalau bisa sih sama- sama ya. Jangan beda- beda,” ujarnya.

Akan tetapi lanjut Dani, kalaupun terjadi perbedaan, masyarakat dapat saling menghargai, tanpa membesar- besarkan perbedaan.”iya jangan sampai saling membesarkan perbedaan. Tetap fokus pada ibadah,” ujarnya.

Kemenag Jabar sendiri, melakukan rukyatul hilal di enam titik di Jawa Barat. Enam titik tersebut adalah di Kota Banjar, Subang, Sukabumi, Cirebon, dan di Pangandaran.

Rekomendasi Berita