Kesra Kota Gelar Safari Ramadan dan Buka Puasa di Masjid Alun-Alun
- 17 Feb 2026 14:04 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dipusatkan di . Kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan, meningkatkan syiar Islam, sekaligus memakmurkan masjid sebagai pusat aktivitas umat.
Kepala Bagian Kesra Kota Bandung, Nasrulloh Jamaluddin, mengatakan bahwa selain pelaksanaan salat tarawih, agenda utama yang rutin digelar adalah buka puasa bersama. Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh kecamatan di Kota Bandung secara bergiliran.
“Selain salat tarawih, tentu yang utama adalah kegiatan buka puasa bersama. Kita akan melaksanakan buka bersama di Masjid Alun-Alun. Setiap kecamatan diundang untuk berpartisipasi,” ujar Nasrulloh, Selasa 17 Februari 2026.
Ia menjelaskan, selama bulan Ramadan juga akan dilaksanakan kegiatan Safari Ramadan Wali Kota Bandung Tahun 1447 H/2026 M. Seluruh rangkaian Safari Ramadan dipusatkan di Masjid Agung Alun-Alun Bandung dan dimulai setiap hari pukul 13.30 WIB hingga selesai.
Dalam pelaksanaannya, setiap hari dijadwalkan satu kecamatan untuk hadir secara resmi. Meski demikian, kecamatan lain maupun masyarakat umum tetap diperbolehkan datang dan mengikuti kegiatan.
“Iya, setiap hari ada. Namun pelaksanaannya bergilir. Jadi tiap hari satu kecamatan yang dijadwalkan hadir. Kegiatan dimulai setelah Asar. Agenda yang biasanya dilaksanakan di kecamatan, kita alihkan ke Masjid Alun-Alun,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, transportasi bagi peserta Safari Ramadan akan difasilitasi menggunakan bus Bandros. Para camat diminta menyiapkan peserta serta perangkat acara sesuai jadwal yang telah ditentukan dan akan dibagikan secara resmi.
Menurut Nasrulloh, pemusatan kegiatan di Masjid Alun-Alun bukan karena minimnya aktivitas di masjid tersebut, melainkan sebagai upaya memeriahkan suasana Ramadan dan memperkuat rasa kebersamaan lintas wilayah.
“Bukan karena masjid sepi. Insya Allah masjid tidak pernah sepi. Kita hanya ingin lebih memeriahkan kegiatan di Masjid Alun-Alun agar lebih terasa kebersamaannya. Sekarang Masjid Alun-Alun sudah kembali aktif dan representatif untuk kegiatan besar,” katanya.
Terkait jumlah peserta, Nasrulloh menyebutkan tidak ada batasan pasti karena disesuaikan dengan masing-masing kecamatan. Namun, setiap harinya panitia menyiapkan ratusan porsi takjil untuk jamaah dan masyarakat yang hadir.
“Pada prinsipnya kita mengundang camat beserta jajaran dan masyarakatnya. Biasanya ratusan porsi takjil disiapkan setiap hari. Bahkan pada tanggal 7 Ramadan nanti, atau sekitar 7 Maret, akan ada kolaborasi khusus dengan komunitas Masjid Alun-Alun yang juga sudah memiliki agenda tersendiri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan Masjid Agung Alun-Alun Bandung tetap berada di bawah nazir sesuai dengan ketentuan perundang-undangan tentang wakaf. Pemerintah Kota Bandung berperan sebagai pendukung dalam menyukseskan program dan kegiatan agar semakin semarak.
“Pengelolaan masjid tetap sesuai ketentuan wakaf oleh nazir. Pemerintah Kota hanya membantu dan mendukung program-program kegiatan agar lebih meriah dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.