Okupansi Hotel di Bandung Tembus 70 Persen jelang Libur Panjang

  • 13 Feb 2026 20:40 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Tingkat hunian hotel di Kota Bandung dan sekitarnya mengalami peningkatan signifikan menjelang libur panjang sekaligus memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Rata-rata okupansi hotel bintang dua hingga lima kini telah menembus angka di atas 70 persen.

Ketua Riung Priangan (Asosiasi Hotel Bintang 2–5 Kota Bandung dan Bandung Raya) Arief Bonafianto mengatakan, tren kenaikan okupansi sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir.

“Minggu-minggu ini sedang ramai, apalagi menjelang bulan Ramadan. Ini adalah minggu terakhir sebelum kita masuk Ramadan. Kondisi okupansi rata-rata sudah di atas 70 persen,” ujar Arief, Jumat 13 Februari 2026.

Menurutnya, momen libur panjang yang berdekatan dengan awal Ramadan menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bandung. Kota ini dinilai tetap memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata favorit, baik bagi wisatawan domestik maupun luar daerah.

Arief menuturkan, meskipun sektor pariwisata sempat menghadapi tantangan pada 2025 yang merupakan tahun politik, kondisi tersebut perlahan mulai membaik. Dinamika politik, kata dia, sedikit banyak memengaruhi siklus ekonomi, termasuk pola belanja dan kebiasaan masyarakat dalam merencanakan perjalanan wisata.

“Pada 2025 memang ada pengaruh dari tahun politik terhadap pergerakan ekonomi dan perilaku belanja masyarakat. Namun di 2026 ini, setelah tahun politik terlewati, insyaallah daya beli masyarakat mulai stabil kembali dan ekonomi perlahan meningkat,” jelasnya.

Ia optimistis, dengan kondisi ekonomi yang semakin stabil, sektor perhotelan dan pariwisata di Bandung akan terus menunjukkan tren pemulihan yang positif sepanjang 2026. Apalagi, Bandung dikenal sebagai destinasi wisata unggulan dengan ragam pilihan akomodasi, kuliner, serta objek wisata alam dan belanja yang menarik.

Namun demikian, Arief menjelaskan bahwa data okupansi yang disampaikan merupakan gambaran untuk hotel berbintang dua hingga lima yang tergabung dalam Riung Priangan. Sementara untuk hotel non-bintang atau hotel melati, pengelolaan dan pemantauan berada di bawah asosiasi tersendiri.

“Untuk hotel melati, kami belum bisa mengontrol secara langsung karena ada asosiasi tersendiri, yaitu Asosiasi Bumi Melati, yang mengelola dan memantau okupansi di segmen tersebut,” tandasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....