GPM Kota Bandung 2026, DKPP Kota Bandung Ditargetkan 36 Kali
- 13 Feb 2026 18:25 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung menargetkan sedikitnya 36 kali penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang tahun 2026. Program ini digelar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Februari 2026, GPM sudah dilaksanakan sebanyak empat kali. Ia menyebut, pelaksanaan pada awal tahun ini dibuat lebih padat karena bertepatan dengan momentum meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Di tahun 2026 ini secara total kita rencanakan minimal 32 kali dari anggaran APBD. Tapi bulan Februari ini akan lebih padat, sekitar enam kali penyelenggaraan GPM karena bertepatan dengan Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Gin Gin di Bandung, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, target minimal 36 kali pelaksanaan dalam setahun tersebut mencakup seluruh kecamatan di Kota Bandung. Setiap kecamatan direncanakan mendapat sedikitnya satu kali pelaksanaan GPM.
“Minimal satu kecamatan kita datangi satu kali GPM. Tapi kadang-kadang, tergantung situasi dan kebutuhan, satu kecamatan bisa dua sampai tiga kali. Jadi sifatnya fleksibel dan menyesuaikan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Gin Gin menambahkan, dari total 32 kali pelaksanaan yang telah direncanakan, sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bandung. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan GPM juga kerap mendapat dukungan dari berbagai pihak.
“Biasanya ada juga support dari pihak lain. Seperti hari ini, kegiatan didukung oleh DKPP Provinsi Jawa Barat. Mereka yang meminta penyelenggaraan di lokasi ini, sekaligus memberikan dukungan fasilitas dan anggaran,” katanya.
Selain dukungan dari DKPP Provinsi Jawa Barat, kerja sama juga sering melibatkan lembaga lain seperti Bank Indonesia serta mitra strategis lainnya dalam rangka pengendalian inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat.
Ia menegaskan, bulan Ramadan menjadi periode yang mendapat perhatian khusus karena potensi kenaikan harga kebutuhan pokok cenderung meningkat. Oleh karena itu, intensitas GPM akan ditingkatkan guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Bulan Ramadan justru menjadi bulan perhatian khusus. Biasanya penyelenggaraan lebih intens dan lebih banyak. Sekarang saja belum satu bulan, kita sudah empat kali melaksanakan GPM,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....