Ramadan, Pemkab Subang Sidak Harga Sembako

  • 13 Feb 2026 17:57 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang : Pemkab Subang gelar inspeksi mendadak (sidak) pasar, dalam rangka persiapan menghadapi bulan suci Ramadan di Pasar Terminal Subang, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut, dipimpin langsung Asda II Setda Kabupaten Subang Memet Nurhikmat, didampingi Tim TPID Kabupaten Subang, yang terdiri dari unsur Bulog, Kadin, BPS, Kodim/0605, Polres, DKUPP, Diskepang, Irda, Satpol PP, serta Bagian Perekonomian, dan Prokompim Setda Kabupaten Subang.

Peninjauan dilakukan ke sejumlah kios, di antaranya pedagang minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, telur, ayam potong, daging sapi, beras, serta sayuran. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga kebutuhan pokok, masih relatif stabil.

Namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, seperti minyak goreng curah, tercatat naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 27.000 per kilogram. Sementara Minyakita mengalami kenaikan dari Rp 15.700 menjadi Rp 17.500.

"Pada beberapa titik, harga Minyakita sudah sesuai acuan pemerintah, yakni di angka Rp 15.700 per liter, namun masih ditemukan pedagang yang menjual di atas harga tersebut," ungkap Memet Nurhikmat.

Sementara itu, Harga telur ayam relatif stabil, cabai rawit merah mengalami kenaikan signifikan dari Rp 60.000 menjadi Rp 85.000 per kilogram. Untuk sayuran secara umum stabil, meskipun wortel mengalami kenaikan menjadi Rp 40.000 per kilogram.

"Untuk harga daging sapi berada pada kisaran Rp 130.000,hingga Rp 140.000 per kilogram, sedangkan ayam broiler dijual R p42.000 per kilogram," imbuhnya.

Memet juga menyampaikan, secara umum kondisi harga masih dalam batas terkendali. Namun ada beberapa harga yang mengalami peningkatan, seperti di minyak goreng dan cabai, tapi masih terkontrol.

“Kita bersama-sama dengan Pak Kapolsek, Pak Danramil, kemudian Dinas Kadin, Kepala BPS, Bulog, dan rekan-rekan OPD, turun langsung ke lapangan, dalam rangka persiapan menghadapi bulan suci Ramadan. Dari hasil peninjauan kami, untuk sementara harga masih relatif aman," tegasnya.

Ia menegaskan, pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala, untuk mencegah lonjakan yang tidak terkendali. Data perkembangan harga juga dilaporkan secara rutin, oleh BPS setiap minggu.

“Kami sepakat akan terus memonitor perkembangan harga. Teman-teman dari Bulog juga rutin melakukan operasi pasar setiap minggu dan dipantau, kalau ada peningkatan yang cukup tinggi, seperti cabai atau minyak goreng, kita akan lakukan intervensi melalui operasi pasar. Selain itu, pemerintah juga akan melaksanakan bazar, Gerakan Pasar Murah, dan Operasi Pasar Murah, yang direncanakan pada hari Minggu, 15 Februari 2026. Bulog juga setiap hari Minggu melalui kegiatan CFD, melaksanakan gelar produk dengan harga di bawah pasar,” jelas dia.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif, dalam pengawasan harga menjelang Ramadan. Pemerintah Kabupaten Subang memastikan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, guna menjaga stabilitas harga, dan ketersediaan bahan pokok selama bulan suci Ramadan.

“Kami harapkan masyarakat Subang menjaga ketenteraman, dan ketertiban serta fokus beribadah. Kalau ada kenaikan harga yang dianggap terlalu drastis, segera informasikan kepada kami, agar bisa langsung diantisipasi. Jadi bukan hanya pemerintah yang memantau, masyarakat juga ikut mengawasi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....