BMKG Ingatkan Waspada Hujan Lebat, Jabar Masuk Didalamnya
- 13 Feb 2026 11:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Peringatan ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi. Dalam pernyataan resminya yang dikutip RRI, Jumat 13 Februari 2026, BMKG menetapkan 10 provinsi berstatus siaga.
Status ini menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan dampak serius berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Provinsi tersebut meliputi Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat.
Selain itu, BMKG juga menetapkan status waspada bagi sejumlah provinsi dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Wilayah yang masuk kategori ini antara lain Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG menegaskan, status siaga mengindikasikan potensi dampak serius yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat serta merusak infrastruktur. Sementara itu, status waspada menunjukkan potensi gangguan aktivitas akibat genangan air, luapan sungai, serta longsor berskala lokal.
Dalam peringatan dini tersebut, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang masuk kategori awas atau hujan ekstrem. Namun demikian, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Bali, yang berpotensi menambah risiko bagi aktivitas masyarakat di daerah tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah berstatus siaga dan waspada, untuk meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca terkini, serta menghindari aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor. Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi.
Peringatan dini ini menegaskan kembali bahwa perubahan iklim dan dinamika atmosfer semakin menuntut kesiapan kolektif. Dengan informasi yang disampaikan secara berkala, BMKG berharap masyarakat dapat lebih tanggap menghadapi potensi bencana, sementara pemerintah daerah diharapkan memperkuat langkah mitigasi demi keselamatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....