Unjani Resmi Miliki LSP Mandiri
- 12 Feb 2026 13:54 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) resmi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mandiri. Peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Lisensi dan Sertifikat LSP oleh Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Prof. Amilin, kepada Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si. Acara berlangsung dalam rangkaian Tausyiah dan Munggahan Unjani 2026 di Cimahi, Kamis 12 Februari 2026.
Dengan pencapaian ini, Unjani masuk dalam kelompok elit sekitar 4 persen perguruan tinggi di Indonesia yang telah memiliki LSP mandiri. Kehadiran lembaga ini menegaskan komitmen Unjani dalam memperkuat daya saing lulusan di tengah kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Prof. Amilin mengapresiasi langkah Unjani dalam membangun sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi. Menurutnya, sertifikat kompetensi menjadi bukti pengakuan bahwa pemegangnya memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dunia kerja.
Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dalam setiap proses sertifikasi. “Jangan sampai ada yang ‘dikondisikan’ menjadi kompeten padahal belum memenuhi standar, karena itu bisa menjadi sinyal bahaya,” ujarnya.
Ia menambahkan, di era saat ini banyak perusahaan besar memprioritaskan pelamar yang telah memiliki sertifikat kompetensi dari BNSP. Pemegang sertifikat bahkan kerap memperoleh nilai tambah, termasuk dari sisi penghasilan.
Ia juga mendorong Unjani menjalin kerja sama dengan industri global seperti BYD, Huawei, atau Google. Standar kerja perusahaan-perusahaan tersebut dapat diadopsi dalam skema LSP Unjani agar lulusan memiliki kesiapan lebih kuat dan peluang langsung terserap di dunia kerja.
Menanggapi hal itu, Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, menyatakan komitmen institusinya dalam menjaga amanah lisensi LSP. Saat ini Unjani telah memiliki empat skema sertifikasi dan berencana mengembangkannya hingga mencakup 44 program studi.
“Kami berkomitmen menjaga mutu. Jika mahasiswa belum memenuhi standar, maka sertifikat tidak akan diberikan. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bekal nyata bagi alumni untuk bersaing di dunia kerja,” tegasnya.
Ia menambahkan, mahasiswa Unjani ke depan tidak hanya dibekali kompetensi utama sesuai bidang studinya. Mereka juga dapat mengambil sertifikasi tambahan seperti public speaking atau teknologi informasi, yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan modern.
| Baca juga: Pastikan Proyek Geotermal Ramah Lingkungan |
Langkah ini diharapkan memperluas cakupan keahlian mahasiswa sehingga mampu menjawab tantangan lintas disiplin. Dengan demikian, lulusan Unjani tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan industri.
Dalam kesempatan yang sama, Unjani juga meresmikan Patung Jenderal Ahmad Yani. Momentum ini menjadi simbol penguatan identitas kampus sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kepemimpinan sang pahlawan nasional.
Prof. Agus menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui mata kuliah “Ke-Ahmad Yani-an” serta program Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK). Hal ini sejalan dengan visi Unjani sebagai Smart Military University.
“Mahasiswa Unjani harus memiliki karakter disiplin, loyal, dan santun. Kepintaran saja tidak cukup tanpa kedisiplinan. Di dunia kerja, loyalitas dan kesantunan sering menjadi faktor penentu keberhasilan,” pungkasnya.
Dengan hadirnya LSP mandiri, Unjani menegaskan peran strategisnya dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berkompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter kuat, siap mengabdi bagi bangsa dan negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....