Kodim 0605/Subang Beri Masukan, Agar Banjir Tak Terulang
- 10 Feb 2026 20:37 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Pasca dicabutnya status darurat bencana banjir Pantura oleh Pemerintah Kabupaten Subang, Kodim 0605/Subang menyampaikan sejumlah masukan strategis. Usulan tersebut ditujukan sebagai solusi jangka panjang agar bencana banjir di wilayah Pantura tidak terus berulang setiap tahun.
Komandan Kodim 0605/Subang, Letkol (Czi) Asep Saepudin, mengatakan penanganan banjir Pantura harus dilakukan secara terpadu. Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan Pemkab Subang adalah memperkuat koordinasi lintas instansi terkait kewenangan pengelolaan sungai.
“Solusi pertama, Pemkab Subang harus berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang memiliki kewenangan terhadap seluruh aliran sungai penyebab banjir Pantura,” ungkap Letkol Asep Saepudin kepada RRI di Subang, Selasa 10 Februari 2026.
Baca Juga: Dandim Subang, HPN Ke-80 Pers Berjaya Dan Berdaulat
Selain koordinasi, Kodim juga mendorong adanya usulan pembangunan sodetan di sejumlah aliran sungai. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi debit air saat curah hujan tinggi.
“Saya kira itu solusi yang pertama, dan kemarin Pak Bupati sudah berkoordinasi dengan BBWS, bahkan dengan Pak Gubernur juga,” katanya. Ia berharap upaya tersebut segera ditindaklanjuti secara teknis.
Letkol Asep menambahkan, solusi lain yang bisa ditempuh adalah relokasi warga terdampak ke wilayah yang lebih aman dari banjir. Alternatif lainnya adalah penyesuaian desain konstruksi rumah di kawasan rawan banjir.
“Jika masyarakat tidak mau atau menolak relokasi, maka bisa ditawarkan konstruksi rumah seperti rumah panggung di Sumatra Barat atau Sulawesi. Saat banjir setinggi satu meter atau lebih, perabotan rumah tangga tidak lagi terendam,” tegasnya.
Di sisi lain, Dandim menegaskan Kodim 0605/Subang terus hadir membantu pemerintah daerah dan masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga pascabanjir. “TNI AD, khususnya Kodim 0605/Subang, siap membantu pemerintah daerah dan warga terdampak, termasuk pada masa rekonstruksi yang saat ini masih dibahas melalui rapat koordinasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....