Teater Kontemporer “Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI” Dipentaskan di ISBI

  • 10 Feb 2026 20:16 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dalam rangka pelaksanaan Program Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Dana Indonesiana 2025,seniman teater Fathul A. Husein bekerja sama dengan UPA Ajang Gelar ISBI Bandung akan menggelar pertunjukan teater kontemporer bertajuk “Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI”. Teater kontemporer ini akan digelar Rabu malam, 11 Februari 2026, jam 19.30 WIB di GK Sunan Ambu ISBI Bandung.

Pertunjukan ini mengusung pendekatan tafsir dekonstruksi dan transformasi teks, dengan mengolah karya dari teks dramatik (dramatic text) menjadi teks pertunjukan (performance text), hingga diwujudkan dalam mise en scène sebagai strategi pemanggungan dan siasat artistik pertunjukan. Karya ini berangkat dari lakon legendaris “Kapai-kapai” karya dramawan besar Indonesia Arifin C. Noer (1941–1995).

Lakon Kapai-kapai yang ditulis pada 1970 mengisahkan kehidupan Abu, tokoh marjinal yang hidup dalam kemiskinan material dan kemerosotan moral. Cerita berpusat pada obsesi Abu terhadap “Cermin Tipu Daya”, sebuah benda magis yang kerap diceritakan ibunya, Emak, dalam dongeng masa kecil.

Dalam dongeng tersebut, Cermin Tipu Daya digambarkan sebagai penjamin kebahagiaan, yang mampu melindungi seorang pangeran dan putri dari segala bahaya dan malapetaka. Abu tumbuh dengan keyakinan bahwa kebahagiaan sejati hanya dapat diraih jika ia menemukan cermin tersebut, yang diyakini berada di “Ujung Dunia”.

“Keyakinan itu mendorong Abu menjalani kehidupan penuh penderitaan sebagai buruh, sembari terus memendam mimpi-mimpi fantastis. Ia bahkan mengajak istrinya, Iyem, menempuh perjalanan panjang dan berat, yang dalam tafsir kontemporer dipahami sebagai perjalanan spiritual menuju Ujung Dunia, yang pada akhirnya dimaknai sebagai kematian,” kata Fathul, di Sunan Ambu ISBI Bandung, Selasa 10 Februari 2026.

Baca Juga: Momentum HPSN 2026, Cimahi Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah

Lanjutnya Fathul, setelah melewati berbagai penderitaan dan liku kehidupan, Abu konon menemukan Cermin Tipu Daya justru ketika ajal menjemputnya. Kisah ini menghadirkan narasi surealis tentang harapan, ilusi, dan perjuangan manusia dalam mencari kebahagiaan serta jati diri, yang sering kali tidak lebih dari fantasi yang mustahil terwujud dalam realitas.

Melalui pertunjukan “Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI”, tim kreatif berupaya menghadirkan pembacaan baru atas karya klasik Arifin C. Noer, dengan bahasa artistik kontemporer yang relevan dengan kondisi sosial manusia hari ini. Pertunjukan ini diharapkan tidak hanya menjadi peristiwa artistik, tetapi juga ruang refleksi kritis bagi penonton tentang makna hidup, harapan, dan kemanusiaan.

“Pertunjukan ini tentu ada pesan yang tersampaikan, bahwa manusia harus mempunyai pondasi agama agar tidak goyang menghadapi kehidupan. Dekonstruksi karya Arifin C Noer ini syarat dengan kultur seni Pantura, tetapi saya padukan melalui kontemporer,” Imbuhnya.

Rektor ISBI Bandung Retno Dwimarwati menambahkan, karya judul Kapai-Kapai ini penuh dengan refleksi masyarakat Pantura Cirebon, dan musikalitas serta tarian seni tradisi wilayah 3 ini (Pantura Cirebon) muncul kuat dalam pertunjukan ini.

“Fathul ini mencoba menguatkan dimensi wilayah 3 dalam karyanya, diantaranya kesengsaraan, kapitalisme, kungkungan tradisi, yang Ia gabungkan dengan pengetahuannya, sehingga muncul konsep Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI versi Fathul A. Husein,” terang Retno.

Setelah pertunjukan selesai, akan digelar Diskusi menampilkan Pembicara: 1. DR. Ipit Saefidier Dimyati, S.Sn., M.Si. (Budayawan & Kritikus Teater, Dosen Jurusan Teater FSP ISBI Bandung). 2. Irwan Jamaludin, S.Sn., M.Sn. (Sutradara Kelompok Aktor Piktorial, Dosen Jurusan Teater FSP ISBI Bandung). 3. Fathul A. Husein (Sutradara Pertunjukan ‘Dekonstruksi Minimalis KAPAI-KAPAI’).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....