Pemkot Pertanyakan Progres TPPAS Legok Nangka

  • 07 Feb 2026 12:08 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mempertanyakan progres pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang berlokasi di Nagreg, Kabupaten Bandung, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Langkah ini dilakukan untuk memperoleh kepastian pemanfaatan fasilitas tersebut sebagai solusi jangka menengah dan panjang dalam penanganan persoalan sampah di Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan bahwa komunikasi dan koordinasi dengan Pemprov Jabar terus dilakukan. Salah satunya melalui rencana pembahasan langsung dengan Gubernur Jawa Barat terkait perkembangan proyek strategis regional tersebut.

Menurut Farhan, keterbatasan kapasitas pengolahan sampah di Kota Bandung membuat kolaborasi lintas daerah menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan. Oleh karena itu, kejelasan progres pembangunan TPPAS Legok Nangka menjadi sangat penting agar perencanaan pengelolaan sampah di Kota Bandung dapat berjalan lebih terarah.

“Pada saat bersamaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga sudah mulai mengajak kita berkolaborasi. Kita akan berbicara dengan Pak Gubernur untuk mencari solusi bersama di Jawa Barat, termasuk informasi kapan kita bisa memanfaatkan Legok Nangka,” ujar Farhan, Sabtu 7 Februari 2026.


Baca juga:Wamendikdasmen Dorong Pengelolaan Food Waste MBG di Sekolah


Ia menjelaskan, TPPAS Legok Nangka diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi regional untuk mengurangi ketergantungan daerah-daerah di Jawa Barat, termasuk Kota Bandung, terhadap tempat pembuangan akhir konvensional. Dengan sistem pengolahan terpadu, fasilitas tersebut ditargetkan mampu menangani sampah dalam skala besar dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

Farhan menambahkan, Pemkot Bandung tetap berkomitmen melakukan berbagai upaya pengurangan sampah dari hulu, seperti optimalisasi pengolahan di tingkat kawasan, peningkatan peran bank sampah, serta penguatan program pengolahan sampah berbasis masyarakat. Namun demikian, dukungan infrastruktur regional tetap dibutuhkan untuk menampung residu sampah yang tidak dapat diolah di dalam kota.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan solusi di dalam kota. Harus ada kerja sama regional agar persoalan sampah ini bisa ditangani secara berkelanjutan,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....