Cegah PMK, Kementan Salurkan Vaksin 4 Juta Dosis

  • 05 Feb 2026 21:52 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Subang : Pemerintah melalui Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hendra Wibawa menyampaikan komitmennya, dalam menanggulangi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Komitmen tersebut, berupa penyaluran 4 juta dosis vaksinasi PMK, yang disebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Ia mengungkapkan, selama tahun 2026, Kementan telah mengalokasikan vaksin sebanyak 151 ribu dosis vaksin, yang dibagi dalam dua periode Januari sampai dengan Maret, dan Juli-Agustus."Artinya setiap bulannya, Kementan menyebar sekitar 75.500 dosis vaksin ke masyarakat peternak," ungkap Hendra Wibawa kepada awak media di Subang, Kamis 6 Februari 2026.

Sementara itu, dia menyebut, khusus untuk Jawa Barat, dari 9 provinsi yang menjadi sasaran penanggulangan PMK oleh Kementan. Pada Januari 2026 kemarin, telah mendapatkan pasukan vaksin sebanyak 60 ribu dosis. Namun demikian ia berharap, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, harus mengalokasikan dana untuk pengadaaan vaksin tersebut, termasuk melibatkan sejumlah pengusaha hewan ternak dan juga CSR dari perusahaan, untuk vaksin mandiri.

"Karena, dengan populasi hewan ternak yang ada di seluruh Indonesia, jumlah vaksin yang dialokasikan oleh Kementan, belum tentu bisa memenuhi kebutuhan di lapangan," ujarnya.


Baca Juga: Wisatawan Tergulung Ombak Karangpapak Satu Orang Meninggal Dunia

Dia juga  berharap, semua masyarakat peternak menerima hewan ternaknya di vaksin, karena demi kesehatan hewan ternak, yang terhindar dari PMK. Karena PMK tersebut, akan merugikan peternak, jika ternaknya tidak di vaksin. 

"Ketika hewan ternak terkena PMK, kualitas hewan ternak akan turun, begitupun dengan populasi n hewan ternak juga akan ikut turun. Sehingga berdampak terhadap perekonomian peternak," tegas ia.

Hendra Wibawa menyebut, ciri-ciri hewan ternak yang terkena PMK, mulutnya akan berbusa dan berlendir lebih banyak, karena terjadi peradangan pada mulut hewan ternak, serta ciri yang lainnya kaki hewan ternak juga mengalami peradangan. Maka dari itu, para peternak diimbau, untuk menjaga kebersihan kandang, dan saat lalu lintas hewan ternak antar kabupaten/kota atau provinsi.

"Kedua ciri tersebut, jika terjadi pada hewan ternak, maka segera diobati dan yang sehat segera di vaksin, karena akan menular, ke hewan ternak sejenis, seperti kambing, domba dan kerbau. Tetapi tidak menular ke manusia," tandasnya.


Baca Juga: Perempuan Cianjur Jadi Korban Penipuan Investasi Kos-Kosan

Di tempat yang sama, Sekda Kabupaten Subang Asep Nuroni menyampaikan terima kasih kepada Kementan, khususnya DIrektur Keswan Kementan, yang telah mengalokasikan vaksinasi PMK dengan dosis terbanyak, di Jawa Barat. Sehingga Subang optimis akan mampu mennaggukangu PMK, dan sekaligus akan menjadikan Subang terbebas dari PMK.

"Terimakasih, atas perhatian dari Pak Direktur Keswan, kami telah mendapatkan alokasi vaksinasi dengan dosis terbanyak.

Karena Subang yang memiliki populasi sekitar 45 ribu hewan ternak, sehingga menjadikan Subang selain penghasil padi di Jawa Barat dan nasional, juga sebagai penghasil pangan  jenis ternak terbesar di Jawa Barat," ungkap Asep Nuroni.

Terkait, dukungan dana dari Pemda, untuk pengadaan vaksin, lanjut Sekda, Pemkab Subang di tahun 2026 ini, sudah mengalokasikan dana sebesar Rp 300 juta, namun diakuinya, dana tersebut, tidak bakal mencukupi kebutuhan atas kekurangan vaksin tersebut. 

"Tentunya kami, juga akan menggandeng para pengusaha  ternak untuk melakukan vaksin mandiri, dan juga merangkul sejumlah perusahaan untuk mengeluarkan CSR nya," jelasnya.


Baca Juga: Harlah NU Ke 100, Panglima Santri Kukuhkan Pengurus

Ia juga mengajak kepada seluruh peternak dan pengusaha hewan ternak, untuk memvaksin  hewan ternaknya. Agar hewan ternak sehat, dan bisa untuk kebutuhan, pangan menjelang ramadan, dan idulfitri.

"Apa yang disampaikan pak Direktur Keswan tadi, ketika hewan ternak terkena PMK, akan berdampak terhadap perekonomian peternak. Tetapi jika hewannya sehat, karena di vaksin," pungkas Sekda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....