Sebanyak 113 Mahasiswa Jalani Diksar Menwa
- 01 Feb 2026 10:30 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Di balik kabut pagi dan udara dingin Pusat Pendidikan Keuangan Direktorat Keuangan Angkatan Darat, 113 mahasiswa dari berbagai penjuru Jawa Barat berdiri sejajar, mengenakan seragam yang sama, membawa semangat yang serupa. Mereka bukan tentara, tetapi sedang belajar tentang disiplin, pengabdian, dan arti kebersamaan melalui Pendidikan Dasar Bela Negara Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat di Pusat Pendidikan Keuangan (Pusdiku) Direktorat Keuangan Angkatan Darat, Minggu 1 Februari 2026.
Langkah-langkah yang awalnya terasa berat perlahan berubah menjadi irama kebersamaan. Latihan fisik, baris-berbaris, dan ketegasan instruktur bukan hanya menguji kekuatan tubuh, tetapi juga kesabaran dan ketahanan mental para mahasiswa.
Di sela kelelahan, mereka belajar satu hal penting: tidak ada perjuangan yang bisa dilalui sendirian. Pendidikan ini tidak berhenti pada materi dasar kemiliteran.
Para siswa Menwa Mahawarman juga mendapatkan pembekalan kepemimpinan dan nilai-nilai kebangsaan dari para alumni yang tergabung dalam Korps Mahawarman. Kisah-kisah pengabdian para senior menjadi cermin bahwa Menwa adalah ruang pembentukan karakter, tempat idealisme muda ditempa agar tetap berpihak pada kemanusiaan dan bangsa.
Komandan Menwa Mahawarman Jawa Barat, Erpin Muhamad, S.H., menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan ini adalah membentuk manusia yang siap memimpin dan siap mengabdi. “Kami ingin mereka memiliki kepemimpinan, empati, dan keberanian untuk mengambil peran di kehidupan yang sesungguhnya, bukan hanya di barisan latihan,” ujarnya.
Baca juga:Pemuda Energi Kritik Transisi Energi di Rakernas METI
Selain kepemimpinan, para mahasiswa juga dibekali materi penanggulangan bencana, penanggulangan bahaya narkoba, penanggulangan terorisme dan radikalisme serta pengetahuan cyber juga pengetahuan bela negara.
Mereka diajak memahami bahwa di saat bencana datang, di saat masyarakat membutuhkan pertolongan, kehadiran mereka bisa menjadi harapan. Kesadaran itulah yang kemudian diperkuat melalui latihan berganda selama tiga hari di wilayah Parongpong, Lembang.
Di kawasan pegunungan Lembang yang dingin dan sunyi, para mahasiswa akan belajar dan bekerja dalam tekanan. Di sana, kelelahan, dingin, dan keterbatasan akan menjadi guru yang mengajarkan arti solidaritas dan kepedulian sesungguhnya.
Pendidikan dasar ini bukan sekadar fase awal menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Ini adalah perjalanan batin tentang meruntuhkan ego, menumbuhkan empati, dan menanamkan kesadaran bahwa ilmu serta tenaga muda memiliki tanggung jawab besar bagi bangsa.
Dari barak hingga medan simulasi latihan, para mahasiswa ini sedang belajar satu hal penting: hadir untuk negeri, dengan hati dan keberanian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....