Perubahan Penyaluran BPMU, Direspon PGRI dan Sekolah Swasta
- 29 Jan 2026 18:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Rencana perubahan skema penyaluran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) yang akan dilakukan pemerintah provinsi, mendapat respon sekolah swasta dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat Akhmad Juhana, mendorong agar BPMU untuk sekolah swasta tetap ada. “kami berharap anggaran BPMU harus tetap ada untuk sekolah swasta,” kata Ahmad dihubungi RRI, Kamis 29 Januari 2026.
Akhmad mengatakan, BPMU sangat dibutuhkan oleh sekolah swasta. Terutama, sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit.
“Kalau sekolah negeri ada BOS dan dana bantuan lain. Tapi kalau swasta, ketika BPMU hilang, berat ya,”ujarnya.
PGRI Jabar kata Akhmad, telah menyampaikan ini ke Kadisdik Jabar. Sehingga diharapkan BPMU sekolah swasta tetap ada. Selain PGRI, sekolah swasta di Kabupaten Tasikmalaya juga merespon rencana ini. Ketua MKKS SMK Kabupaten Tasikmalaya,
Ahmad Sopandi mengatakan, BPMU untuk SMK itu bukan dihilangkan, tapi oleh Gubernur dialihkan ke beasiswa yang langsung disalurkan ke siswa miskin.
“Bantuan pemerintah provinsi yang tadinya per siswa Rp 600 ribu sekarang anggarannya ke siswa miskin Rp 3,6 juta pertahun untuk satu orang siswa. Jadi skemanya sekarang langsung disalurkan ke siswa,” ucap Ahmad.
Namun kata Ahmad, jika mekanismenya seperti itu, sekolah berat untuk memintanya ke siswa. “Ya kalau sudah di siswa, terkadang yang tadinya untuk bayar SPP, malah tidak ada,” ujarnya.
Baca juga:Walikota Cimahi Ingatkan Peran Strategis Guru Regulasi Pendidikan
Jadi kata dia, BPMU tetap ada, namun tidak melalui sekolah, dan langsung disalurkan kepada siswa miskin. “Dengan skema BPMU ini tentu akan berpengaruh, karena memang peruntukan sekolah tadinya untuk biaya honor guru juga,” katanya.
Maka kata Ahmad, jika disiasati dengan menaikan iuran SPP, akan berat. “Jangankan dinaikan, yang sekarang aja minat siswa sekolah ke SMK sulit. Apalagi kalau SPP naik,” ujarnya.
BPMU bagi sekolah swasta tidak hanya untuk operasional sekolah saja. Akan tetapi honor guru dan siswa.“Mudah-mudahan pemerintah bijaksana meskipun tidak masuk di anggaran murni sekarang, nanti bisa masuk di anggaran perubahan,” kata dia.
Sedangkan saat ini, jumlah SMK di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 136 sekolah, sebanyak 122 SMK Swasta dan 14 SMK negeri. Sementara, untuk jumlah SMA ada 60 sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....