Stabilkan Harga Pemkab Gelar Gerakan Pasar Murah

  • 29 Jan 2026 17:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Mengawali tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) mulai melakukan kegiatan Gelar Pangan Murah (GPM) disejumlah titik lokasi, salah satunya digelar di Kantor Samsat Garut." Gerakan pangan murah kali ini merupakan kegiatan pertama ditahun 2026, dan digelar dikantor samsat garut, masih banyak agenda kegiatan yang sama di beberapa bulan kedepan sepanjang tahun ini,"Kata Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Pemkab Garut, Dicky Timor, di Garut, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menyampaikan, tujuan dari GPM ini tujuannya adalah untuk memastikan stabilitas pasokan harga pangan khususnya menjelang ramadan dan idul fitri mendatang."Ya tujuannya guna menstabilkan harga pabgan yang sering fluktuatif bahkan kecenderungan mengalami kebaikan setiap menjelang ramadan san idul fitri,"katanya.

Ia mengatakan, selain itu, kegiatan GPM inj juga dalam rangka menjelang Hari Jadi (HJG) Kabupaten Garut ke-213 pada bulan Pebuari-Maret 2026 mendatang."Pada bulan pebuari mendatang, kami akan kembali menggelar kegiatan serupa sebanyak dua kali disejumlah titik lokasi berbeda, khususnya dibulan ramadan,"katanya.

Baca juga:Hari Braile Internasional, Diky: Jangan Lelah Bersyukur

Ia mengatakan, kegiatan GPM di tahun 2026 ini secara kuota pelaksanaannya menurun hingga 60 persen karena efisiensi anggaran.Sehingga ditahun ini hanya 12 kali untuk kegiatan GPM ini."Jika tahun 2025 lalu kegiatan gelar pasar murah ini bisa mencapai 25 kali di 25 titik lokasi yabg berbeda se kabupaten Garut, namun untuk tahun ini hanya sebanyak 12 kali kegiatan,"ujarnya.

Ia menyampaikan, dalam kegiatan GPM kali ini pihaknya menyediakan sekitar 2 ton komoditi beras dan komoditi pendukung lainnya seperti telor, minyak, gula, dan terigu."Untuk GPM kali ini, kami baru mampu menyediakan sekitar 2 ton yaitu satu ton beras dan satu ton lainnya berupa kebutuhan pikok seperti telor,minyak,gula dan terigu,"ujarnya.

Ia mengatakan, meski saat ini mengalami penurunan kuantitas kegiatan, namun untuk GPM ini biasanya suka ada kebijakan pimpinan daerah yang dialokasikan dalam perubahan anggaran."Biasanya suka ada tambahan kuota alokasi untuk giat GPM dalam perubahan anggaran, tergantung dari kebijakan pimpinan,"tuturnya.

Selain itu menurut Diki, pihaknya juga dalam.menyediakan komoditi untuk kegiatan GPM ini, dikerjasamakan melalui perjanjian dengan pihak distributor sehingga ada subsidi sebesar 2 ribu rupiah setiap komoditinya."Jika dikerjasamakan dengan pihak diatributor untuk komoditi seperti telor,gula, minyak dan terigu ada subsidi sebesar 2 ribu rupiah ya lumayan jika dibandingkan dengan harga normal,"ujarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....